Pasca Gempa NTT, Menko AHY Instruksikan Pengerahan Alat Berat dan Percepatan Jalur Logistik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Agu 2026, 15:03
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menko Infra (AHY) Menko Infra (AHY) (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Menko AHY memastikan koordinasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah dilakukan sejak hari pertama untuk memprioritaskan evakuasi dan pemulihan akses publik. AHY menyatakan bahwa Menteri PU telah diterjunkan langsung ke lokasi bencana untuk memimpin pengerahan alat-alat berat guna mempercepat penanganan infrastruktur yang rusak.

“Sejak hari pertama saya berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum yang langsung terbang ke daerah bencana untuk memastikan alat-alat berat segera di-deploy, segera dikerahkan,” ujar AHY di kantornya, 19 Agustus 2026.

Upaya cepat yang dilakukan Menko Infra pascabencana gempa NTT yakni menetapkan tiga langkah prioritas, diantaranya:

1. Evakuasi Korban Sebagai Prioritas Utama

AHY menegaskan bahwa fokus nomor satu pemerintah saat ini adalah proses evakuasi. Meskipun duka mendalam menyelimuti para korban, keselamatan warga yang masih bisa diselamatkan menjadi urgensi tertinggi.

2. Membuka Akses Daerah Terisolir

Pemerintah fokus menangani jalan-jalan yang putus atau tertimbun longsor. AHY menginstruksikan pembersihan material longsor segera dilakukan agar tidak ada wilayah yang terisolasi. 

“Kita pastikan agar tidak ada daerah yang terisolir akibat jalan putus atau longsor besar. Semua harus segera dibersihkan dan ditangani,” tegasnya.

3. Pemulihan Infrastruktur Dasar

Langkah ketiga adalah memulihkan kebutuhan paling mendasar masyarakat, yakni jaringan air bersih dan listrik. Menurut AHY, dua unsur ini merupakan fondasi utama bagi masyarakat untuk bertahan di tengah situasi darurat.

AHY menjelaskan bahwa percepatan perbaikan jalan bukan tanpa alasan. Berdasarkan pengalaman penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, jalur darat yang terputus menjadi kendala terbesar dalam penyaluran bantuan.

“Belajar dari pengalaman bencana yang lalu, ketika terjadi daerah terisolir akibat jalan terputus, maka akan sulit sekali bagi petugas untuk memberikan bantuan logistik, baik itu makanan maupun obat-obatan. Inilah yang harus kita dahulukan,” tambah AHY.

Dengan terbukanya akses transportasi, Menko AHY optimis bantuan logistik dari pemerintah pusat maupun daerah akan sampai ke tangan masyarakat terdampak secara lebih lancar dan tepat waktu.

HIGHLIGHT

x|close