Ntvnews.id, Jakarta -Runtuhnya sejumlah fasilitas kesehatan akibat guncangan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) langsung direspons secara agresif oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Guna mencegah kelumpuhan pelayanan medis dan mendukung pemulihan fasilitas, dua Rumah Sakit (RS) Lapangan resmi didirikan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, serta RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, memaparkan bahwa pengerahan logistik dan pendirian tenda darurat ini merupakan wujud nyata dari aktivasi cepat Health Emergency Operation Center (HEOC). Keputusan tersebut diambil segera setelah pemerintah menerima laporan kerusakan sejumlah pusat perawatan warga.
"Langkah ini krusial untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang optimal dan aman, mengingat kedua fasilitas tersebut mengalami kerusakan," ujar Agus dalam keterangan di Jakarta, Rabu (19/8).
Di lokasi bencana, pergerakan Tim Emergency Medical Team (EMT) Komposit Nagekeo mulai terlihat sejak Selasa (18/8). Kelompok relawan medis ini langsung berkoordinasi erat dengan Direktur RSUD Aeramo terkait teknis operasional RS Lapangan. Guna menjamin keselamatan staf dan pasien dari risiko bangunan runtuh, tim juga menggandeng petugas Instalasi Pemeliharaan Rumah Sakit (IPRS) untuk menyisir tingkat kerusakan ruang perawatan secara menyeluruh.
"Berdasarkan hasil koordinasi sementara, RSUD Aeramo sangat membutuhkan tambahan tenda untuk menunjang RS Lapangan tersebut," katanya.
Demi menjamin kualitas penanganan korban, Kemenkes menyusun formasi tenaga kesehatan yang sangat komprehensif. Tim yang diturunkan mencakup dua dokter spesialis ortopedi, satu dokter spesialis bedah umum, dua dokter spesialis anestesi, serta satu dokter umum. Barisan ini turut diperkuat oleh deretan perawat berspesifikasi khusus yang ahli menangani situasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD), anestesi, hingga kamar operasi.
Para pahlawan medis tersebut dihimpun dalam satu Tim Utama yang melibatkan unsur kesehatan dari Kupang, RS Wahidin Makassar, RS Leimena Ambon, serta RS Ben Mboi Kupang. Sebagai langkah antisipatif, Kemenkes menyiapkan Tim Back Up dari RS Kariadi. Bahkan, tenaga kesehatan yang ditugaskan di RSUD Ende kini diminta bersiaga penuh untuk menopang operasional RSUD Aeramo jika terjadi lonjakan kebutuhan medis sewaktu-waktu.
Operasi penyelamatan nyawa ini tidak dibiarkan berjalan dengan tangan kosong. Tim EMT datang dengan membawa amunisi logistik prioritas yang memadai, meliputi vaksin dari Bio Farma, satu unit Emergency Kit, 2.000 lembar masker, 1.000 kantong infus HS NS, hingga 400 pasang sarung tangan medis.
Ke depannya, Kemenkes memastikan akan terus memantau dinamika krisis kesehatan di area bencana. Pemetaan kebutuhan lanjutan bersama pemerintah daerah setempat terus digencarkan, demi memastikan seluruh fungsi fasilitas kesehatan di wilayah terdampak dapat segera pulih dan melayani masyarakat seperti sedia kala.
Kementerian Kesehatan sedang mendirikan dua Rumah Sakit Lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo guna memastikan kesiapan pelayanan medis sekaligus mendukung pemulihan fasilitas kesehatan pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Antara)