Mendagri Minta Pendataan Kerusakan Fasilitas Umum di NTT

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Agu 2026, 20:14
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau lokasi terdampak gempa di NTT. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau lokasi terdampak gempa di NTT. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan pemerintah daerah untuk mengakselerasi pendataan kerusakan bangunan sekolah dan rumah ibadah yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini menjadi pijakan utama pemerintah pusat dalam menyalurkan bantuan serta memulihkan sarana publik.

Instruksi tersebut disampaikan Tito usai meninjau kondisi Masjid Desa Satar Kampas di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, yang roboh akibat guncangan gempa pada Senin, 17 Agustus 2026.

"Pak Bupati, tolong, Pak didatakan juga sekolah-sekolah dan rumah ibadah, berapa jumlah SD, SMP, SMA, atau PAUD. Setelah itu, tingkat kerusakannya ringan, sedang, berat. Secepat mungkin, makin cepat didata, makin cepat juga kita bergerak," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.
 
Tito menekankan bahwa validitas data kerusakan fasilitas pendidikan dan ibadah sangat vital agar kementerian terkait dapat langsung mengeksekusi langkah rehabilitasi. Pemerintah memastikan keberlanjutan proses belajar-mengajar para siswa tidak boleh terputus meski di tengah kondisi darurat.
 

Berdasarkan rekam jejak penanganan bencana seperti tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang merusak 4.922 fasilitas pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terbukti sigap dengan capaian pemulihan fisik yang kini sudah menyentuh 80 hingga 90 persen.

Untuk sekolah yang mengalami kerusakan struktur tingkat berat, Kemendikdasmen siap menerjunkan bantuan darurat agar aktivitas pembelajaran tetap berjalan.

"Tapi yang utama kita harus mikirin gimana caranya agar proses belajar-mengajarnya tetap berjalan. Nah, itu di Kemendikdasmen mereka sudah punya peralatannya. Ya tendanya, kursi lipatnya, segala macam supaya bisa berjalan," ujar Tito.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Mendagri berinteraksi langsung dengan para penyintas di lokasi pengungsian dan meninjau kondisi SMP Abdurrahman Wahid di wilayah pesisir Lamba Leda Utara yang mengalami kerusakan parah. Pada kesempatan yang sama, Tito turut menyerahkan santunan pribadi kepada pihak pengurus sekolah untuk membantu penanganan awal.
 
 
(Sumber: Antara)
 
 

HIGHLIGHT

x|close