Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meminta perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan kegiatan akademik bagi mahasiswa yang terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan aspek keselamatan sivitas akademika harus menjadi prioritas, sementara kegiatan pendidikan tetap diupayakan berjalan dengan berbagai penyesuaian.
"Dalam situasi bencana seperti ini, yang pertama harus kita pastikan adalah keselamatan sivitas akademika. Setelah itu kita bersama-sama memastikan proses pendidikan tetap dapat berjalan dengan penyesuaian yang diperlukan," kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Menurut Brian, perguruan tinggi dapat mengubah metode pembelajaran menjadi pembelajaran jarak jauh atau menggunakan alternatif lain apabila jaringan komunikasi dan infrastruktur mendukung. Kampus juga dapat menyesuaikan jadwal maupun menunda kegiatan akademik yang mengharuskan mahasiswa datang ke lokasi yang belum dinyatakan aman.
Fleksibilitas tersebut dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan, termasuk perkuliahan, praktikum, ujian, tugas akhir, penelitian, dan aktivitas akademik lainnya. Kebijakan itu diperlukan agar kondisi darurat akibat bencana tidak merugikan mahasiswa.
Baca juga: Prabowo Pamer 7 PTN Masuk 500 Kampus Terbaik Dunia Naik Peringkat
Brian menegaskan bahwa kegiatan belajar secara tatap muka di wilayah terdampak sebaiknya kembali dilakukan setelah fasilitas dan lingkungan dinyatakan aman. Keselamatan mahasiswa serta tenaga pendidik menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pelaksanaannya.
"Kemdiktisaintek akan terus berkoordinasi dengan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan terkait dalam memastikan keselamatan sivitas akademika, mendukung respons perguruan tinggi terhadap masyarakat terdampak, serta menjaga keberlanjutan pendidikan tinggi selama proses pemulihan pascagempa NTT," ucap Mendiktisaintek Brian Yuliarto.
Sementara itu, Pemerintah Indonesia juga terus mempercepat penanganan darurat dan proses pemulihan setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang kawasan Flores.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan kehadiran sejumlah menteri dan pimpinan lembaga di NTT sejak hari pertama bencana menunjukkan perhatian sekaligus komitmen pemerintah dalam mendampingi masyarakat terdampak.
"Sejak hari pertama kejadian kami sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," ucap Menko PMK Pratikno.
(Sumber: Antara)
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (Antara)