Ntvnews.id, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menurunkan tim gabungan ke sejumlah wilayah terdampak gempa bermagnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk melakukan survei makroseismik, pengujian karakteristik tanah, serta verifikasi dampak tsunami.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto di Jakarta, Selasa, mengatakan tim melakukan pengukuran mikrotremor dan Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW) guna mengetahui karakteristik respons tanah di wilayah yang terdampak.
"Tim dari pusat dan UPT BMKG itu melakukan survei gempa bumi merusak, meliputi survei makroseismik, pengukuran mikrotremor dan MASW, untuk mengetahui karakteristik serta respons tanah terhadap guncangan, monitoring gempa susulan, dan verifikasi dampak tsunami di lapangan," kata dia.
Menurut Wijayanto, hasil survei tersebut nantinya dapat digunakan sebagai dasar pemetaan mikro-zonasi bencana. Data itu juga menjadi bahan penting dalam penyusunan rekomendasi terkait rekonstruksi tata ruang serta pembangunan bangunan yang lebih aman terhadap gempa bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
Baca Juga: BPBD NTT: 7.968 Rumah dan 744 Fasum-Infrastruktur Rusak Akibat Gempa
Wilayah yang menjadi prioritas survei meliputi kawasan dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Sikka. Hasil pengamatan di kawasan terdampak kemudian akan dibandingkan dengan wilayah yang relatif tidak mengalami dampak signifikan.
Selain melakukan kajian teknis, BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan. Hingga Senin, 17 Agustus 2026, pukul 11.00 WIB, tercatat sebanyak 1.624 gempa susulan setelah gempa utama. Dari jumlah tersebut, 23 kejadian memiliki magnitudo di atas 5,0 dan 59 gempa dirasakan oleh masyarakat.
Wijayanto mengimbau masyarakat, terutama warga Flores dan wilayah sekitarnya, tetap tenang dalam menghadapi rangkaian gempa susulan. Masyarakat juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan serta memperoleh informasi kebencanaan melalui kanal resmi BMKG untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi: Seismograf, alat pencatat getaran gempa bumi (Antara)