HUT RI ke-81, Menag Nasaruddin Serukan Solidaritas untuk Korban Gempa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Agu 2026, 06:05
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (Kemenag)

NTVNews.id, Jakarta - Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diwarnai kisah sedih korban terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar lantas mengajak umat beragama untuk memperkuat persatuan, empati, dan solidaritas untuk membantu penyintas gempa.

Ajakan tersebut disampaikan Nasaruddin saat memberikan sambutan pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta.

Menurutnya, mengisi kemerdekaan juga berarti mengubah nilai agama menjadi kekuatan sosial. Menag lalu mengajak mengoptimalkan filantropi keagamaan untuk membantu sesama sekaligu menjadi kekuatan ekonomi umat yang memberdayakan.

"Mari kita ulurkan tangan untuk peduli dan membantu korban gempa. Inilah agama yang hadir, yang tidak hanya bicara tentang langit, tetapi juga bekerja untuk bumi," katanya di Jakarta, Senin, 17 AGustus 2026. 

"Saat saudara-saudara kita berduka karena gempa bumi, mari tengadahkan tangan kita untuk berdoa kepada Zat Yang Maha Berkehendak, kiranya mereka yang wafat diberikan kemuliaan di sisi-Nya. Bagi mereka yang sakit segera diberikan kesembuhan. Dan bagi mereka yang terdampak diberikan ketabahan dan percepatan pemulihan, baik lahir maupun batin," sambungnya.

Nasaruddin mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan hadiah. Ia lahir dari perjuangan, pengorbanan, darah, air mata, dan doa para pejuang bangsa. Sejarah mencatat para tokoh agama, mulai dari ulama, pendeta, pastor, pandita, bhikkhu, hingga tokoh agama lainnya, ikut berdiri di garis depan perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Di tengah keberagaman Indonesia, para pahlawan telah menanamkan keberanian, persatuan, dan cinta tanah air. Teladan yang didasarkan pada kesadaran bahwa Indonesia besar karena keberagaman. Karena itu, kerukunan menjadi modal dasar pembangunan. Tanpa kerukunan, bangsa ini sulit bertumbuh dan maju.

Ia bersyukur, Indeks Kerukunan Umat Beragama terus meningkat, dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025. Indeks Kesalehan Umat Beragama 2025, juga mencapai 84,61.

"Kondisi ini harus kita syukuri. Jangan biarkan perbedaan jadi alasan bermusuhan. Jangan biarkan agama jadi alasan saling menjauh. Jadikan agama dan nilai-nilainya sebagai jalan untuk saling menguatkan dan memberikan makna kehidupan," ungkapnya.

"Rumah ibadah harus menjadi tempat yang menenteramkan. Madrasah, pesantren, majelis taklim, sekolah minggu, pasraman, widyalaya, dan ruang kajian keagamaan harus menjadi tempat tumbuhnya ilmu dan akhlak. Agama harus menjadi sumber pencerahan, kedamaian, serta kemaslahatan," lanjutnya.

TERKINI

VIDEO: Kebakaran Hantam Kawasan Industri di CIkopo

Viral Selasa, 18 Agu 2026 | 06:05 WIB

China Kritik Pidato PM Jepang

Luar Negeri Selasa, 18 Agu 2026 | 05:55 WIB

Ikan Diduga Tak Disimpan di Freezer Picu Keracunan MBG di Karo

Nasional Selasa, 18 Agu 2026 | 05:51 WIB

Prabowo Pertimbangkan Kunjungan ke NTT Pasca Gempa

Nasional Selasa, 18 Agu 2026 | 05:32 WIB

Malut Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Bencana NTT

Nasional Senin, 17 Agu 2026 | 18:33 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close