Ntvnews.id, Jakarta - Akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
Rocky menanggapi sorotan publik mengenai perubahan posisinya dari pengamat di luar pemerintahan menjadi bagian dari lingkungan kekuasaan. Ia menegaskan bergabungnya dirinya ke dalam Wantimpres tidak akan mengubah sikap maupun pandangannya.
"Ya kan cuma pindah. Saya cuma pindah dari luar ke dalam, apa bedanya? Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break. Justru lebih enak di dalam," ujar Rocky saat ditemui usai pelantikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat 2 September 2026.
Rocky mengatakan Presiden Prabowo memberikan mandat kepada Wantimpres untuk menjalankan fungsi etis, bukan menangani persoalan teknis birokrasi. Ia menggambarkan lembaga tersebut layaknya komite pengawas (oversight committee) yang memantau arah kebijakan agar tetap sejalan dengan visi Presiden dan kepentingan masyarakat.
Baca Juga: Dilantik Prabowo jadi Watimpres, Rocky Gerung: Dewan Ini Fungsinya Kritis, Bukan Kritik
"Pesan khusus dari Pak Presiden bahwa Dewan Pertimbangan punya kedudukan etis, bukan teknis. Kemampuan untuk melihat ekses-ekses dari kebijakan dan memberi pertimbangan tentang arah kebijakan itu supaya sesuai dengan visi Presiden," tuturnya.
Lebih lanjut, Rocky menyebut evaluasi teknis yang dilakukan sehari-hari merupakan ranah kementerian, termasuk melalui inspektorat jenderal dan staf khusus. Adapun Wantimpres, kata dia, berperan melakukan kontemplasi serta mengkaji persepsi masyarakat terhadap kekuasaan.
"Kita di Wantimpres tidak mengevaluasi kebijakan teknisnya. Kita mengawasi arah kebijakan supaya sesuai dengan janji Presiden saat kampanye, misalnya kemakmuran rakyat yang harus didalilkan habis-habisan. Kita monitor apakah persepsinya di publik sama. Kalau tidak, ada kekurangan komunikasi yang harus diperbaiki melalui pertimbangan kepada Presiden," jelas Rocky.
Saat ditanya mengenai kemungkinan munculnya bias kepentingan politik setelah dirinya berada di dalam pemerintahan, Rocky membantah anggapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pertimbangan etis memiliki sifat normatif dan bertumpu pada tanggung jawab masing-masing anggota Wantimpres, bukan kepentingan kelompok tertentu.
"Ya pasti tidak dipengaruhi. Mau dipengaruhi oleh siapa? Kan enggak ada, emua hal yang etis itu sifatnya wajib normatif. Nah itu bedanya antara kebijakan etis dan kebijakan teknis," ujar Rocky.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung (NTVnews)