Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran apabila Teheran terbukti berada di balik insiden yang melibatkan pesawat Flydubai.
Dalam keterangannya kepada wartawan pada Kamis, 1 Oktober 2026. Trump mengatakan Amerika Serikat akan mempertimbangkan tindakan balasan terhadap Iran jika hasil penyelidikan membuktikan keterlibatan Teheran dalam insiden tersebut.
"Mereka akan diserang kuat-kuat, tenang saja," kata Trump, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Pesawat Flydubai dengan nomor penerbangan FZ1073 nyaris mengalami kecelakaan pada Rabu, 30 September 2026. Salah satu pilot pesawat tersebut dilaporkan sempat berupaya menjatuhkan pesawat.
Kejadian itu berlangsung ketika pesawat berada di wilayah udara Yordania, sekitar 90 menit setelah bertolak dari Dubai, Uni Emirat Arab.
Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Fungsi Wantimpres Berikan Pertimbangan Kritis untuk Presiden
Insiden tersebut sempat menimbulkan dugaan pembajakan setelah pesawat mengirimkan sinyal 7500 sebelum kemudian kehilangan kontak. Pesawat juga diketahui mengalami penurunan tajam dari ketinggian 34.000 kaki menjadi 17.000 kaki dalam waktu kurang dari satu menit.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian mengadakan rapat darurat untuk membahas kondisi pesawat yang seharusnya mendarat di Tel Aviv tersebut. Dari hasil pembahasan, insiden itu dinyatakan bukan pembajakan, melainkan perkelahian antara kedua pilot.
Kedua pilot disebut terlibat perkelahian setelah salah satunya diduga berniat menjatuhkan pesawat yang membawa 174 penumpang tersebut.
Pesawat akhirnya berhasil melakukan pendaratan darurat dengan selamat di Arab Saudi. Sementara itu, pilot yang diduga berusaha mencelakai pesawat masih menjalani proses penyelidikan.
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. (Antara)