Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada Selasa, 29 September 2026, yang memerintahkan pemerintah federal mengganti penggunaan istilah “artificial intelligence” atau kecerdasan buatan, yang selama ini dikenal dengan singkatan AI, menjadi “super intelligence” atau SI dalam komunikasi resmi cabang eksekutif.
Dilansir dari Anadolu Agency, Kamis, 1 Oktober 2026, aturan tersebut menginstruksikan seluruh departemen dan lembaga federal menggunakan istilah “super intelligence” serta “SI” dalam korespondensi resmi, komunikasi publik, dokumen kebijakan, dan berbagai materi nonstatutori lainnya.
Dalam perintah yang sama, lembaga pemerintah diminta menghentikan penggunaan istilah “artificial intelligence” dan “AI” dalam materi-materi tersebut.
Perintah eksekutif itu juga menugaskan Asisten Presiden untuk Sains dan Teknologi menyusun usulan definisi federal mengenai “super intelligence” dan “SI” yang mencerminkan batas teknologi yang terus berkembang.
Baca Juga: Trump Prediksi AS dan Kuba Capai Kesepakatan Tanpa Operasi Militer
Pejabat tersebut selanjutnya diminta menentukan langkah-langkah eksekutif tambahan yang diperlukan untuk menerapkan definisi yang telah diusulkan.
Gedung Putih menyatakan perubahan istilah tersebut bertujuan untuk mencerminkan “peluang besar” yang dihadirkan oleh perkembangan teknologi baru.
Pemerintahan Trump menilai AS berada di posisi terdepan secara global dalam pengembangan super intelligence. Karena itu, pemerintah menganggap diperlukan istilah yang dapat menggambarkan kemampuan dan potensi teknologi yang tengah dikembangkan.
Pemerintah AS juga menyebut negaranya sebagai tempat lahirnya kecerdasan buatan. Washington mengatakan AS telah menjadi pemimpin dalam pengembangan dan penerapan teknologi tersebut selama lebih dari 70 tahun, sejak AI mulai berkembang sebagai bidang penelitian.
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 (Antara)