Polisi Inggris Tangkap Sejumlah Pria Dekat Pangkalan Militer AS, Ada Apa?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Sep 2026, 06:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Inggris Ilustrasi - Inggris (Antara)

Ntvnews.id, London - Kepolisian Inggris menangkap sejumlah pria yang diduga terlibat dalam pelanggaran berkaitan dengan bahan peledak di sekitar pangkalan udara yang sering digunakan oleh militer Amerika Serikat (AS).

Sejumlah bangunan di kawasan Whelford, Gloucestershire, Inggris bagian selatan, turut dievakuasi setelah polisi menetapkan kejadian tersebut sebagai insiden besar.

Whelford terletak tidak jauh dari pangkalan militer Royal Air Force (RAF) Fairford yang selama ini kerap dimanfaatkan oleh pasukan AS. Pangkalan tersebut sebelumnya juga digunakan pesawat pengebom B-1 milik AS dalam operasi militer terhadap Iran.

Fairford juga menjadi salah satu pangkalan yang digunakan Komando Serangan Global AS (US Global Strike Command), yang memiliki tanggung jawab atas misi serangan jarak jauh.

Kepolisian menyatakan tim penjinak bahan peledak dari Angkatan Darat Inggris telah dikerahkan untuk memeriksa sejumlah kendaraan di lokasi.

"Tim khusus penjinak bahan peledak Angkatan Darat saat ini sedang memeriksa sejumlah kendaraan. Warga setempat dievakuasi ke pusat rekreasi terdekat," demikian pernyataan polisi seperti yang dikutip dari CNN International, Senin, 28 September 2026.

Polisi Gloucestershire menyebut garis pembatas telah dipasang di sekitar lokasi kejadian. Aparat juga memastikan kondisi di wilayah tersebut saat ini berada dalam keadaan terkendali.

Baca Juga: Inggris Siapkan Dukungan Militer untuk Saudi Hadapi Houthi

"Pembatas saat ini telah dipasang, tetapi kami ingin meyakinkan masyarakat bahwa kami meyakini insiden ini telah terkendali," kata Kepolisian Gloucestershire.

Sejumlah foto yang beredar dari lokasi menunjukkan banyak personel darurat berada di sekitar tempat kejadian. Salah seorang saksi mata mengatakan polisi bersenjata menutup akses menuju gerbang utama pangkalan.

Juru bicara unit terkait menyatakan pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan dan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjamin keselamatan serta keamanan personel AS.

"Personel kami tetap waspada dan akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan anggota militer AS, warga sipil, kontraktor, serta keluarga mereka," kata juru bicara tersebut.

Pada Maret lalu, pemerintah Inggris mengizinkan Angkatan Udara AS memanfaatkan pangkalan Fairford untuk melancarkan serangan terhadap fasilitas rudal Iran yang disebut digunakan untuk menyerang kapal-kapal di kawasan Selat Hormuz.

Beberapa bulan setelah keputusan tersebut, pemerintah Inggris menyatakan angkatan bersenjatanya siap menghadapi dan melindungi negara dari berbagai ancaman serangan. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Garda Revolusi Iran memperingatkan Inggris atas keputusan memberikan izin kepada pesawat pengebom AS untuk beroperasi dari pangkalan militer di Inggris.

"Angkatan Bersenjata kami siap menjaga keamanan Inggris dari segala jenis serangan, baik di wilayah kami maupun dari luar negeri. Inggris siap mempertahankan diri selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu," kata juru bicara pemerintah Inggris.

TERKINI

Prabowo Dijadwalkan Hadiri MotoGP Mandalika 2026 pada 11 Oktober

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 06:15 WIB

Drone Berulang Kali Gagal, 2 Tentara Israel Tewas

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 06:05 WIB

Mary Jane Dapat Pendampingan Penuh Pemerintah Filipina Usai Bebas

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 05:25 WIB

RSUD Cibitung Kebakaran

Metro Senin, 28 Sep 2026 | 05:17 WIB

Geng Bersenjata Serang Bar, 17 Orang Tewas

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 05:13 WIB
Load More
x|close