Macron Sindir Klaim Damai Trump di Gaza dari Podium PBB

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Sep 2026, 09:59
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden Prancis Emmanuel Macron. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi/aa.) Arsip - Presiden Prancis Emmanuel Macron. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi/aa.) (Antara)

Ntvnews.id, New York - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengkritik pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait perdamaian di Gaza dalam pidatonya di Sidang Umum PBB. Macron bahkan sempat menggebrak podium saat menanggapi klaim Trump yang menyebut dirinya telah berhasil menciptakan perdamaian di wilayah tersebut.

Dilansir dari Reuters, Kamis, 24 September 2026, Macron mengatakan belum ada koridor kemanusiaan yang kembali dibuka di Gaza meskipun klaim mengenai tercapainya perdamaian terus disampaikan. Ia menilai situasi yang terjadi saat ini merupakan kondisi yang seharusnya membuat masyarakat internasional merasa malu.

Macron juga mengecam cara Trump menggambarkan rencana perdamaian Gaza sebagai keberhasilan diplomatik. Pernyataan tersebut disampaikan Macron hanya beberapa jam setelah Trump menggunakan podium yang sama untuk memaparkan rencana perdamaian Gaza yang disebutnya sebagai pencapaian diplomatik.

"Setahun yang lalu, di ruangan ini, sekitar belasan negara telah mengakui Palestina. Saya mendengar sinisme sebagian orang 'pengakuan hanyalah selembar kertas, lihatlah kenyataannya,'" ujar Macron sembari memukul podium dengan kepalan tangannya dalam pidato terakhirnya di PBB.

Baca Juga: Media Iran Sebut Trump hingga Macron Masuk Daftar Target Balas Dendam atas Tewasnya Khamenei

"Namun, kredibilitas apa yang kita miliki jika kita terus berdiam diri menghadapi situasi di Gaza? Ada pihak yang membanggakan perdamaian semu. Padahal, perdamaian itu tidak membuka kembali akses kemanusiaan barang sedetik pun. Apakah kita hanya akan berdiam diri menyaksikan tontonan yang seharusnya membuat kita semua merasa malu?" lanjut dia.

Respons Gedung Putih

Gedung Putih merespons pernyataan Macron melalui juru bicaranya, Anna Kelly. Ia menyatakan bahwa Trump merupakan pihak yang mengakhiri perang antara Israel dan Hamas.

Kelly juga mengatakan Trump berperan dalam pemulangan para sandera yang masih hidup serta jenazah korban perang kepada keluarga mereka.

"Presiden Trump mengakhiri perang antara Israel dan Hamas, membebaskan semua sandera yang masih hidup, memulangkan jenazah korban meninggal kepada keluarga mereka, dan kini memimpin pelaksanaan Rencana 20 Poin untuk Perdamaian di Gaza," ucap dia.

Kelly kemudian menyebut negara-negara lain tidak mengambil tindakan nyata untuk menyelesaikan konflik tersebut. Menurutnya, pihak-pihak tersebut hanya menyampaikan pernyataan tanpa melakukan tindakan langsung.

"Sementara pihak lain hanya bicara, Presiden ini menghadapi masalah rumit tersebut secara langsung. Tidak ada pihak lain yang berbuat lebih banyak demi perdamaian dan stabilitas di kawasan ini," ujar dia.

x|close