Trump di PBB Sebut Dirinya Telah Wujudkan Perdamaian Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Sep 2026, 07:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 Arsip - Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, New York - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim telah berhasil menciptakan perdamaian. Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Sebagai presiden dari bangsa paling luar biasa dalam sejarah, saya tidak berminat untuk membiarkan bahaya terus berkembang di hari lain," kata Trump dilansir dari CNN International, Rabu, 23 September 2026.

Trump juga menyebut dirinya telah membawa AS menjadi negara paling kuat di dunia. Ia mengatakan telah mengambil langkah lebih dahulu dibandingkan pemimpin negara lain dalam upaya mewujudkan perdamaian.

Baca Juga: Trump Klaim Houthi Tak Ingin Perang dengan AS di Tengah Serangan ke Saudi

"Jadi saat yang lain hanya berbicara, saya telah bertindak. Saat yang lain berbicara tentang perdamaian, saya telah mewujudkan perdamaian. Saat yang lain mengabaikan ancaman, saya telah menghadapinya. Saat yang lain berbicara tentang keberanian, Amerika telah menunjukkannya. Saat yang lain menjanjikan kekuatan, saya telah menggunakannya untuk menjadikan Amerika sebagai negara paling berkuasa di dunia," jelasnya.

Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia, Trump kemudian menyinggung Iran sebagai salah satu ancaman yang menurutnya perlu dihadapi. Ia turut mengklaim AS telah berhasil menangani ancaman tersebut.

"Tidak ada contoh yang lebih baik mengenai bahaya yang dibiarkan semakin menghimpun kekuatan hingga membahayakan dunia selain sponsor teror nomor satu, Republik Islam Iran," ujarnya.

x|close