Ntvnews.id, Taheran - Iran mengklaim telah memperoleh informasi yang menunjukkan Amerika Serikat (AS) berencana kembali melancarkan serangan ke wilayahnya. Menurut militer Iran, rencana tersebut disebut telah mendapatkan persetujuan dari sejumlah negara di kawasan Teluk.
"Berdasarkan informasi yang diterima, Amerika yang kriminal sekali lagi memutuskan untuk melanjutkan tindakan terhadap Iran, dengan lampu hijau dari sejumlah negara kawasan, dalam pertemuan bersama yang digelar di sebuah negara Eropa," kata Komando Pusat Khatam al-Anbiya dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi pemerintah IRIB, dikutip dari Anadolu, Senin, 21 September 2026.
Menanggapi informasi tersebut, Iran memperingatkan akan memberikan balasan terhadap AS. Teheran juga menyatakan negara-negara Timur Tengah dapat dianggap terlibat apabila Washington kembali melancarkan serangan besar ke Iran dengan memanfaatkan pangkalan militer AS di kawasan.
Komando pusat militer Iran menegaskan setiap serangan dari AS akan dibalas dengan menargetkan pangkalan serta kepentingan Amerika tanpa batasan.
Baca Juga: Misi PBB Sebut Serangan AS ke Iran Berpotensi Jadi Kejahatan Perang
"Kami memperingatkan bahwa jika negara-negara di kawasan berpihak pada agresi Setan Besar terhadap Iran yang kuat dan berdaulat, mereka semua akan dianggap terlibat dalam kejahatan ini dan tidak dapat lagi mengharapkan angkatan bersenjata Iran yang kuat menahan diri maupun menunjukkan sikap baik," kata pernyataan tersebut.
Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian merespons dengan melakukan serangan ke sejumlah negara di kawasan yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Dalam perkembangan berikutnya, Iran menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute penting bagi distribusi minyak dan gas dunia.
Washington dan Teheran sempat mencapai kesepakatan kerangka pada Juni yang mengatur penghentian operasi militer serta mekanisme pembukaan kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas pelayaran.
Namun, kesepakatan tersebut tidak bertahan lama setelah kedua pihak berselisih mengenai aktivitas pelayaran di jalur perairan strategis tersebut.
Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat dengan bendera Iran.