AS Teken Kesepakatan Keamanan dengan Greenland dan Denmark

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Sep 2026, 06:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Warga menghadiri demonstrasi menentang tindakan dan pernyataan AS yang mengisyaratkan kontrol atas Greenland di Nuuk, ibu kota Greenland, wilayah otonom Denmark, 17 Januari 2026. ANTARA/XInhua/Anders Kongshaug Warga menghadiri demonstrasi menentang tindakan dan pernyataan AS yang mengisyaratkan kontrol atas Greenland di Nuuk, ibu kota Greenland, wilayah otonom Denmark, 17 Januari 2026. ANTARA/XInhua/Anders Kongshaug (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani kesepakatan keamanan bersama pemimpin Greenland dan Denmark. Penandatanganan tersebut dilakukan dalam sebuah seremoni yang digelar di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.

"Ini akan menjadi hubungan jangka panjang yang luar biasa," ujar Trump dalam acara tersebut di New York, dilansir dri AFP, Rabu, 23 September 2026.

Sebelumnya, Trump menyebut kesepakatan itu akan memberi Amerika Serikat "kendali permanen" terhadap keamanan Greenland. Wilayah otonom Denmark yang berada di kawasan Arktik tersebut telah lama menjadi perhatian Trump.

Menjelang penandatanganan, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menyampaikan dukungannya terhadap tujuan kesepakatan tersebut.

"Bapak Presiden, Anda telah menyampaikannya dengan sangat jelas. Anda tidak ingin pihak lawan datang terlalu dekat," kata Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menjelang penandatanganan tersebut.

Baca Juga: Uni Eropa Buka Suara Soal Ambisi Trump Ingin Caplok Greenland

"Saya sangat sependapat, dan dengan kesepakatan ini, hal itu tidak akan terjadi," tambahnya, seraya menegaskan bahwa pihak lawan tidak akan diizinkan untuk memperoleh kendali atau pengaruh signifikan di wilayah tersebut.

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen turut menegaskan posisi strategis wilayahnya. Menurut dia, Greenland memiliki peran penting dalam menjaga keamanan Amerika Utara dan kawasan transatlantik.

"Kesepakatan ini mencerminkan bahwa kami memahami tanggung jawab kami dan bertindak sebagaimana mestinya," tambahnya.

Sejak kembali menduduki jabatan presiden pada Januari 2025, Trump berulang kali menyatakan bahwa penguasaan Greenland diperlukan Amerika Serikat atas pertimbangan strategis.

Pernyataan tersebut sebelumnya memicu kekhawatiran Denmark yang merupakan sekutu AS di NATO. Sikap Trump juga mendapat penolakan dari sejumlah pihak di dalam aliansi tersebut.

x|close