Uni Eropa Buka Suara Soal Ambisi Trump Ingin Caplok Greenland

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jul 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Trump Unggahan Editan Greenland Jadi Wilayah AS Trump Unggahan Editan Greenland Jadi Wilayah AS (Istimewa)

Ntvnews.id, Brussel - Uni Eropa menegaskan bahwa masa depan Greenland merupakan hak masyarakat wilayah tersebut bersama Denmark. Pernyataan itu disampaikan menyusul kembali mencuatnya ambisi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menginginkan Greenland berada di bawah kendali Washington.

Juru bicara Uni Eropa Olof Gill menekankan bahwa penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah merupakan prinsip mendasar dalam hukum internasional.

"Integritas wilayah, kedaulatan nasional dan pebatasan merupakan prinsip dasar hukum internasional," kata Gill, dikutip dari AFP, Kamis, 9 Juli 2026.

Dia kemudian menambahkan, "Uni Eropa bersama orang-orang Denmark dan Greenland."

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump kembali mengangkat isu Greenland saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki, Selasa. Dalam kesempatan itu, Trump menyatakan Greenland semestinya berada di bawah kendali Amerika Serikat, bukan Denmark. Menurutnya, pemerintah Denmark belum memberikan perhatian yang cukup terhadap pulau tersebut.

"Greenland seharusnya dikendalikan Amerika Serikat, bukan Denmark," kata Trump.

Baca Juga: Pakistan Temukan Bangkai Pesawat Kargo yang Hilang di Laut Arab

Trump juga mengklaim isu Greenland telah memengaruhi hubungannya dengan negara-negara anggota aliansi pertahanan NATO.

"Itulah yang merusak hubungan saya dengan NATO, karena Denmark tidak membantu Greenland," kata dia.

Ia menilai Denmark tidak mengalokasikan anggaran yang memadai untuk mendukung Greenland, meski wilayah tersebut memiliki nilai strategis bagi Amerika Serikat.

Meski mengakui Denmark menolak keinginan Washington, Trump mengaku sulit menyembunyikan kekecewaannya. Ia beralasan Amerika Serikat telah mengeluarkan banyak dana untuk membantu Denmark menghadapi ancaman dari Rusia.

Menanggapi pernyataan tersebut, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen kembali menegaskan posisi negaranya. Ia mengatakan Denmark berharap seluruh sekutu menghormati kedaulatan Kerajaan Denmark serta menerima bahwa Greenland bukan untuk diperjualbelikan.

"Sudah menjadi posisi yang diketahui umum bahwa Amerika Serikat ingin memiliki dan mengambil alih Greenland," ujar dia.

"Saya harap hal ini juga diketahui secara umum bahwa itu tidak akan terjadi," imbuh Frederiksen.

x|close