AS Kembali Serang Iran, Ledakan Guncang Sejumlah Kota

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jul 2026, 07:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Kapal-kapal dagang berlayar di perairan lepas pantai kota pelabuhan selatan Bandar Abbas, Iran, 21 Juni 2026. Arsip - Kapal-kapal dagang berlayar di perairan lepas pantai kota pelabuhan selatan Bandar Abbas, Iran, 21 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan ke wilayah Iran di sekitar Selat Hormuz. Rentetan ledakan dilaporkan mengguncang sejumlah kota di selatan Iran dan mengakibatkan beberapa warga mengalami luka-luka.

Dilansir dari CNN International, Kamis, 9 Juli 2026, Media pemerintah Iran, melaporkan suara ledakan terdengar di sejumlah wilayah selatan negara itu. Ledakan terjadi di kota pelabuhan Bandar Abbas, Sirik, serta Pulau Qeshm.

Laporan menyebutkan sejumlah proyektil menghantam dermaga komersial di Sirik, dermaga nelayan di Desa Ziarat, serta kapal-kapal nelayan sipil yang berada di Bandar Abbas. Selain itu, lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB, menyatakan sebuah menara telekomunikasi di Bandar Abbas turut menjadi sasaran serangan.

IRIB juga melaporkan beberapa warga mengalami luka akibat serpihan material yang beterbangan setelah serangan menghantam dermaga di Sirik.

Serangan terbaru tersebut diumumkan militer AS pada Selasa, 7 Juli 2026  waktu setempat. Washington menyebut operasi itu dilakukan setelah Iran menembakkan rudal ke arah sejumlah kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Baca Juga: AS Klaim Serang Lebih dari 80 Target di Iran

"Serangan AS ini merupakan tanggapan atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz dan bertujuan untuk memberikan konsekuensi berat atas tindakan menargetkan dan menyerang pelayaran komersial," bunyi pernyataan Komando Pusat AS dilansir AFP.

"Agresi yang ditunjukkan Iran tersebut tidak dapat dibenarkan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata," tambahnya.

Di sisi lain, pemerintah Iran mengecam serangan tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran menilai tindakan Washington kembali menunjukkan pelanggaran terhadap nota kesepahaman yang sebelumnya telah disepakati kedua negara. Teheran juga menegaskan akan mengambil langkah tegas sebagai respons.

"Iran menyampaikan peringatan keras mengenai konsekuensi dari pelanggaran perjanjian yang dilakukan Amerika, dan akan mengambil langkah tegas untuk melindungi kepentingan serta keamanan nasionalnya," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran yang diunggah ke Telegram oleh IRIB News.

x|close