Ntvnews.id, Taheran - Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) mengeluarkan peringatan kepada maskapai penerbangan agar tidak melintasi wilayah udara Iran menyusul kembali meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz.
Peringatan yang dirilis pada Rabu, 8 Juli 2026 itu muncul setelah Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat aksi saling serang menyusul insiden penembakan kapal dagang milik negara sekutu AS di dekat Selat Hormuz yang diklaim dilakukan oleh Teheran.
Dalam pengumumannya, EASA meminta seluruh maskapai asal Eropa untuk menghindari rute penerbangan yang melintasi wilayah udara Lebanon, Iran, dan Irak.
Peringatan terbaru tersebut dikeluarkan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang sejumlah target militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait pada Rabu.
Rangkaian serangan itu terjadi setelah militer AS menggempur sejumlah target di Iran sebagai respons atas insiden kapal tanker yang diserang di Selat Hormuz.
Baca Juga: Pertamina Masih Urus Izin Agar VLCC Pertamina Pride Bisa Melintasi Selat Hormuz
EASA menilai implementasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran masih berada dalam kondisi yang sangat rentan. Menurut lembaga tersebut, keputusan mengeluarkan peringatan didasarkan pada "tingkat ketegangan yang tinggi dan potensi aksi militer lebih lanjut."
Badan tersebut juga memperingatkan bahwa apabila gencatan senjata gagal dipertahankan, wilayah udara Iran berpotensi menghadapi "ancaman yang akan segera terjadi."
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kemarahannya setelah Iran kembali menyerang kapal-kapal dagang milik negara sekutu AS di Selat Hormuz.
Ilustrasi Selat Hormuz (Antara)
Trump bahkan menyatakan Nota Kesepahaman (MoU) antara Washington dan Teheran tidak lagi berlaku setelah serangan terbaru Iran di kawasan Teluk pada Rabu, 8 Juli 2026.
Ia mengatakan dia yakin Nota Kesepahaman (MoU) dengan Iran "sudah berakhir", buntut serangan terbaru Iran di negara-negara Teluk pada Rabu, 8 Juli 2026.
Pernyataan Trump tersebut dinilai menjadi sinyal paling kuat bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran berada di ambang kegagalan.
Komentar itu juga disampaikan tidak lama setelah IRGC mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap sasaran militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait.
Situasi Selat Hormuz di dekat Khasab, kota kecil di Oman utara, Sabtu, 20 Juni 2026. (Antara)