Kedubes Iran di RI Satir Trump Lewat Analogi Lemari Schrödinger

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Sep 2026, 05:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kedutaan Besar Iran di Indonesia menyindir pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan mengibaratkan kondisi AS seperti lemari Schrödinger.

Melalui unggahan di media sosial X pada Selasa, 22 September 2026, Kedubes Iran menampilkan karikatur Trump yang sedang memegang gagang lemari bertuliskan "United States: Global Power". Dalam ilustrasi tersebut, Trump terlihat cemas, sementara sejumlah piring di dalam lemari tampak miring dan berada dalam posisi nyaris jatuh.

Piring-piring tersebut memuat sejumlah isu yang disebut menjadi persoalan Amerika Serikat, di antaranya hegemoni global, sanksi ekonomi, kontrol energi, aliansi rapuh, krisis domestik, utang nasional, perang proksi, isolasi diplomatik, serta kredibilitas yang menurun.

"Dari luar, semuanya terlihat kokoh. Namun di balik pintu yang tertutup, berbagai tekanan dan persoalan seolah bertumpuk dalam posisi yang semakin rapuh," demikian penggalan keterangan dalam karikatur tersebut.

Kedubes Iran memberi judul ilustrasi itu "Piring-piring Schrödinger". Karikatur tersebut juga dibuat menggunakan Bahasa Indonesia.

Baca Juga: 3 Media AS Gugat Pemerintahan Trump soal Larangan Masuk Gedung Putih

Istilah lemari Schrödinger sendiri merupakan meme sekaligus analogi humor yang terinspirasi dari eksperimen pemikiran dalam fisika kuantum, yakni Kucing Schrödinger.

Meme tersebut mengacu pada gambar sebuah lemari dapur yang berisi tumpukan piring kaca. Piring-piring itu tampak telah bergeser dan berada dalam posisi yang memungkinkan untuk jatuh.

Kondisi piring dalam analogi tersebut menggambarkan konsep superposisi, yakni berada dalam keadaan utuh dan pecah secara bersamaan. Kondisi sebenarnya baru dapat diketahui setelah pintu lemari dibuka.

"Selama pintunya belum dibuka, semuanya masih tampak terkendali. Tapi ketika pintu itu mulai terbuka, pertanyaannya bukan lagi apakah piring-piring itu akan jatuh, melainkan apa yang terjadi setelahnya," tulis Kedubes Iran di Jakarta.

"Sebuah metafora tentang kekuatan yang terlihat stabil dari luar, tetapi menyimpan risiko dan konsekuensi di baliknya."

Dalam salah satu bagian karikatur, Kedubes Iran juga menuliskan bahwa "pintunya sudah hampir terbuka... Dan konsekuensinya tidak bisa dihindari."

Sementara itu, konflik antara AS dan Iran yang pecah pada Februari disebut masih belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Kedua pihak masih terlibat dalam pemblokiran laut dan jalur-jalur vital, yang turut mendorong kenaikan harga bahan bakar dunia.

Pekan lalu, Trump menyatakan perang Iran sudah "mendekati akhir" dan membuka peluang bagi dimulainya kembali jalur diplomasi. Namun, Iran mengajukan sejumlah syarat baru sebagai prasyarat untuk kembali melakukan perundingan perdamaian.

Sampai saat ini, belum ada respons resmi dari pemerintah AS mengenai persyaratan yang diajukan Iran tersebut.

x|close