Trump Prediksi AS dan Kuba Capai Kesepakatan Tanpa Operasi Militer

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Sep 2026, 06:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperkirakan Washington dan Kuba akan mencapai sebuah kesepakatan. Trump juga menilai penyelesaian tersebut tidak akan membutuhkan penggunaan kekuatan militer.

"Saya akan mengatakan bahwa Kuba dan kami akan membuat kesepakatan. Saya tidak berpikir kami akan membutuhkan militer," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dilansir dari Reuters, Senin, 28 September 2026.

Pemerintahan Trump secara terbuka menyampaikan bahwa salah satu tujuannya adalah mendorong perubahan terhadap pemerintahan Kuba. Sementara itu, blokade minyak yang diberlakukan AS sejak awal tahun ini semakin memberikan tekanan terhadap Kuba, yang saat ini menghadapi keterbatasan pasokan bahan bakar dan pemadaman listrik. Kondisi tersebut diperburuk oleh infrastruktur yang mengalami kerusakan.

"Kami ingin membantu Kuba," kata Trump sebelum berangkat ke Tennessee. "Kami ingin membuka Kuba bagi rakyat kami."

Pernyataan Trump tersebut disampaikan setelah sebelumnya ia menyinggung kondisi Kuba dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada Selasa. Saat itu, Trump menyebut Kuba sebagai negara gagal dan mengatakan "kebebasan akan datang" ke negara tersebut.

Baca Juga: Momen Langka, Trump Sambut Xi Jinping Langsung di Bandara

Dilansir BBC,, Trump awalnya menyebut Kuba sebagai "negara yang benar-benar gagal". Ia kemudian memprediksi pemerintahan Kuba akan mengalami keruntuhan.

"Rezim itu akan runtuh," ujarnya.

Trump juga mengatakan pemerintahannya tengah melakukan pembicaraan dengan pihak Kuba untuk mendorong "perubahan mendasar".

Ketika Trump menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidatonya, delegasi Kuba memilih meninggalkan ruang sidang.

Dalam satu tahun terakhir, Trump semakin sering melontarkan kritik terhadap pemerintahan komunis Kuba. Ia menyebut pemerintah Kuba berada di bawah "tekanan luar biasa" serta sedang "mengalami kegagalan yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Meski demikian, pemerintah AS sejauh ini belum menjelaskan secara terperinci bentuk perubahan yang diharapkan terjadi di Kuba.

Menanggapi pernyataan Trump, Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez menyampaikan kritik keras. Ia menuding Presiden AS tersebut menyampaikan "kebohongan".

"Pemerintah AS tidak mampu menerima kenyataan bahwa Kuba berhak menjadi negara yang berdaulat penuh dan merdeka," tulis Bruno Rodriguez di platform X.

TERKINI

Prabowo Dijadwalkan Hadiri MotoGP Mandalika 2026 pada 11 Oktober

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 06:15 WIB

Drone Berulang Kali Gagal, 2 Tentara Israel Tewas

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 06:05 WIB

Mary Jane Dapat Pendampingan Penuh Pemerintah Filipina Usai Bebas

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 05:25 WIB

RSUD Cibitung Kebakaran

Metro Senin, 28 Sep 2026 | 05:17 WIB

Geng Bersenjata Serang Bar, 17 Orang Tewas

Luar Negeri Senin, 28 Sep 2026 | 05:13 WIB
Load More
x|close