Trump Telepon Netanyahu Bahas Upaya Pembajakan Pesawat Flydubai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Okt 2026, 09:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu/py/pri. Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu/py/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah berbicara melalui sambungan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait upaya pembajakan pesawat maskapai flydubai yang sedang dalam perjalanan menuju Israel.

Dilansir dari Anadolu Agency, Jumat, 2 Oktober 2026, insiden tersebut terjadi pada penerbangan FZ 1703 pada Rabu, 20 September 2026 waktu setempat. Kejadian bermula ketika kapten penerbangan, Smit Machchhar, pilot asal India, tiba-tiba ditikam oleh kopilot yang berada satu kokpit dengannya.

Perkelahian antara kedua pilot tersebut membuat pesawat sempat mengalami penurunan tajam. Ketinggian pesawat dilaporkan turun hampir 14.000 kaki atau sekitar 4.267 meter dalam waktu kurang dari 30 detik.

Machchhar kemudian ditemukan dalam kondisi berlumuran darah dan tergeletak di lantai kokpit setelah berhasil menekan tombol untuk membuka pintu kokpit dari dalam.

Situasi tersebut memungkinkan penumpang dan awak kabin masuk ke kokpit dan melumpuhkan kopilot. Kopilot itu diduga berusaha mengambil alih kendali pesawat yang mengangkut 174 orang.

Dua pilot flydubai lainnya yang berada di dalam pesawat kemudian mengambil alih kendali dan melakukan pendaratan darurat di Tabuk, Arab Saudi. Penerbangan menuju Israel tersebut sebelumnya dialihkan ke wilayah Arab Saudi.

Baca Juga: Netanyahu Sebut Pilot 'Flydubai' Hendak Jatuhkan Pesawat

Sebagian besar penumpang merupakan warga Israel. Mereka kemudian berhasil tiba dengan selamat di Israel pada Rabu, 30 September 2026 waktu setempat.

Trump memberikan pernyataan mengenai insiden tersebut pada Rabu waktu Amerika Serikat.  Trump menyebut kopilot yang menyerang kapten sekaligus diduga berusaha membajak pesawat tersebut sebagai "teroris" atau orang yang "tidak waras".

"Saya sudah berbicara panjang lebar dengan Bibi Netanyahu mengenai peristiwa ini, dan tampaknya kopilot itu mungkin seorang teroris atau mungkin orang yang tidak waras, dan dia menikam pilotnya," kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Rabu (30/9) waktu AS.

Trump menggambarkan kejadian tersebut sebagai "kisah yang luar biasa".

Empat Warga AS Berada di Dalam Pesawat

Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan terpisah mengonfirmasi pada Rabu (30/9) bahwa terdapat empat warga negara Amerika Serikat di dalam penerbangan flydubai dengan rute Dubai-Tel Aviv tersebut.

Pesawat itu dialihkan ke Arab Saudi dan akhirnya melakukan pendaratan darurat di Bandara Tabuk.

"Kami sedang berkoordinasi dengan otoritas setempat dan siap memberikan bantuan kekonsuleran kepada seluruh warga negara AS yang berada dalam penerbangan tersebut," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan kepada Anadolu Agency.

Juru bicara tersebut juga menyampaikan bahwa Kedutaan Besar AS dan Konsulat AS di Jeddah "terus menjalin komunikasi dengan otoritas setempat seiring mereka melakukan penyelidikan".

"Pemerintahan Trump menanggapi secara serius komitmen kami terhadap warga negara AS di luar negeri dan siap memberikan bantuan kekonsuleran," imbuhnya.

Kopilot yang diduga mencoba membajak penerbangan flydubai tersebut telah diamankan dan menjalani pemeriksaan oleh otoritas Arab Saudi. Penangkapan dilakukan setelah pesawat berhasil mendarat dengan selamat di Tabuk.

Hingga kini, identitas maupun kewarganegaraan kopilot tersebut belum diumumkan kepada publik. Motif di balik tindakannya, yang dilaporkan juga diduga berupaya menjatuhkan pesawat, masih diselidiki oleh pihak berwenang.

x|close