Ntvnews.id, Qatar - Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Qatar secara terbuka menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai penjahat perang.
Dilansir dari Anadolu Agency, Kamis, 1 Oktober 2026, Al Thani menegaskan Qatar akan tetap menjalankan peran mediasi meski situasi keamanan dan politik di kawasan Timur Tengah semakin memanas.
Pernyataan tersebut disampaikan Al Thani dalam wawancara dengan jurnalis Inggris Piers Morgan pada Selasa, 29 September 2026 waktu setempat.
Ketika ditanya apakah dirinya menganggap Netanyahu sebagai penjahat perang, Al Thani menjawab: "Tentu saja. Apa yang telah dilakukan di Gaza adalah kejahatan perang, dan siapa pun yang bertanggung jawab atas hal ini adalah penjahat perang."
Ia juga menyoroti serangan terhadap fasilitas sipil di Gaza.
"Rumah-rumah sakit telah menjadi sasaran, sekolah juga telah menjadi sasaran. Apa pun pembenaran dan argumen yang dikemukakan, tidak ada yang dapat membenarkan tindakan ini," sebutnya.
Baca Juga: Netanyahu dan Presiden UEA Bertemu dengan Perwakilan 10 Negara
Selain itu, Al Thani menuding Netanyahu menggunakan serangan politik terhadap Qatar sebagai upaya mengalihkan perhatian dari tindakan dirinya maupun kebijakan pemerintah Israel.
Al Thani kembali mengkritik serangan udara Israel ke Doha pada September 2025. Serangan tersebut menyasar sejumlah pejabat Hamas ketika Qatar tengah menjalankan upaya mediasi. Insiden itu menyebabkan lima anggota Hamas dan seorang petugas keamanan Qatar tewas.
"Kami diserang oleh Israel saat kami sedang melakukan mediasi. Netanyahu telah melampaui batas, seperti dia telah melampaui batas-batas lainnya di masa lalu," kecam Al Thani.
Meski ketegangan di kawasan masih tinggi, Al Thani memastikan Qatar tidak akan meninggalkan jalur diplomasi. Menurutnya, komunikasi melalui jalur belakang masih menjadi metode yang paling efektif untuk mendorong kemajuan dalam proses dialog.
"Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan saran terbaik kepada pemerintah AS mengenai cara mencapai solusi, begitu pula kepada pihak Iran," tandasnya.
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani. (Antara)