Ntvnews.id, New York - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terlibat perseteruan dengan Wali Kota New York Zohran Mamdani menjelang kunjungannya ke New York untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dilansir dari AFP, Kamis, 24 September 2026, Mamdani sebelumnya menyatakan sempat mempertimbangkan upaya menangkap Netanyahu ketika berada di New York selama agenda tahunan PBB. Namun, ia kemudian mengakui tidak memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan tersebut.
Netanyahu diketahui menjadi subjek surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Meski demikian, Israel dan Amerika Serikat (AS) tidak mengakui yurisdiksi mahkamah tersebut. Para pemimpin negara yang menghadiri agenda PBB juga pada umumnya memiliki perlindungan hukum dari otoritas AS.
Perseteruan keduanya kembali mencuat setelah Netanyahu mengunggah sebuah video yang berisi kritik terhadap Mamdani. Dalam video tersebut, Netanyahu menyebut Mamdani sebagai sosok yang memalukan.
"Memalukan tindakan Anda yang memicu kerusuhan terhadap warga Yahudi New York," ujar Netanyahu dalam video yang diunggahnya pada 22 September.
"Saya akan datang ke PBB, saya akan menyampaikan kebenaran tentang tentara kami yang heroik, dan saya akan menyampaikan kebenaran tentang Anda," imbuhnya.
Di sisi lain, Mamdani menyebut serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 sebagai 'kejahatan perang yang mengerikan'. Ia juga mengecam aksi kekerasan yang menyasar warga Yahudi di New York.
Mamdani bahkan menghadiri peringatan Yom Kippur, hari paling suci dalam kalender keagamaan Yahudi, di New York.
Sementara itu, Netanyahu diperkirakan tidak akan menghabiskan waktu lama di New York. Pesawat resmi yang digunakannya juga dilaporkan tidak akan mendarat di salah satu bandara utama di kota tersebut.
Mengutip laporan surat kabar Israel Yedioth Ahronoth yang diberitakan Middle East Monitor, Rabu, 23 September 2026, pesawat Netanyahu tidak akan menggunakan Bandara Internasional John F Kennedy (JFK) ketika melakukan kunjungan ke AS pada Kamis, 24 September 2026 waktu setempat.
Baca Juga: Menlu Sugiono Tiba di New York, Pimpin Delegasi Indonesia di Sidang Umum PBB
Keputusan tersebut muncul di tengah kekhawatiran mengenai kemungkinan Mamdani memerintahkan pesawat Netanyahu untuk segera meninggalkan bandara.
Pesawat kenegaraan Israel yang dikenal dengan nama Wing of Zion disebut akan mendarat di sebuah pangkalan militer di New Jersey atau Bandara Internasional Newark Liberty, yang juga berada di negara bagian tersebut.
Yedioth Ahronoth mengaitkan pilihan lokasi pendaratan itu dengan 'kesulitan dalam berkoordinasi dengan otoritas AS'. Selain itu, terdapat kekhawatiran Mamdani dapat memerintahkan Wing of Zion segera lepas landas sehingga pesawat tersebut tidak dapat berada di bandara selama Netanyahu menghadiri Sidang Umum PBB.
Kunjungan Netanyahu ke New York juga dilaporkan hanya berlangsung kurang dari 24 jam. CBS News menyebut Netanyahu akan tiba di AS pada pagi hari, menghadiri Sidang Umum PBB untuk menyampaikan pidato, kemudian langsung kembali ke Israel.
"Netanyahu memutuskan untuk mempersingkat kunjungannya ke New York secara signifikan dan tidak akan bermalam di sana karena kekhawatiran adanya protes," sebut sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut, seperti dikutip Yedioth Ahronoth dalam laporannya.
Netanyahu dijadwalkan menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum PBB pada Kamis (24/9) waktu setempat. Ia juga membatalkan rencana untuk singgah di Texas guna bertemu dengan miliarder AS Elon Musk.
"Ada tantangan dalam koordinasi, baik karena perlunya mendarat untuk mengisi bahan bakar atau karena pihak Amerika lebih memilih untuk tidak melakukan koordinasi di saat-saat akhir," kata sumber Israel yang berbicara kepada Yedioth Ahronoth.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel maupun AS terkait laporan tersebut.
Arsip foto - Wali Kota New York City Zohran Mamdani. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)