Netanyahu Tur Terowongan Bawah Al Aqsa Tuai Kecaman

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Sep 2026, 09:12
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan (Antara)

Ntvnews.id, Yerusalem - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama istrinya, Sara Netanyahu, mengunjungi terowongan yang berada di bawah Kota Tua Yerusalem Timur dan kompleks Masjid Al Aqsa pada Sabtu, 29 September 2026 lalu.

Netanyahu kemudian membagikan dokumentasi kunjungan tersebut melalui video yang diunggah di akun Instagram @b.netanyahu pada Minggu, 20 September 2026 Dalam kunjungan itu, Netanyahu dan Sara turut mengikuti ibadah Selichot Yahudi di Tembok Barat, yang dikenal sebagai Al Buraq oleh umat Islam.

"Ya, kami ada di terowongan di Tembok Barat. Tembok itu bergerak mendekati batu karang, tempat kita hidup. Kami di sini sangat dekat dengan Ruang Kudus," kata Netanyahu dalam video tersebut.

Terowongan tersebut terletak di bawah Kota Tua Yerusalem Timur dan kawasan kompleks Masjid Al Aqsa, yang selama ini menjadi wilayah sensitif dalam konflik Israel-Palestina.

Netanyahu dalam video itu juga menyatakan bahwa masyarakat Yahudi telah berada di kawasan terowongan tersebut sejak era Hasmonean dan periode Bait Suci Kedua. Ia merujuk pada masa ketika bangsa Romawi menghancurkan Bait Suci dan merobohkan bagian-bagiannya.

Dalam sejarah Yahudi, era Hasmonean merupakan periode ketika wilayah Yudea berada di bawah pemerintahan Dinasti Hasmonean. Masa tersebut berlangsung sekitar 141 hingga 37 SM.

Baca Juga: Netanyahu Sebut Iran di Ambang Keruntuhan

Periode Hasmonean dikenal sebagai salah satu masa ketika bangsa Yahudi memiliki kerajaan yang berdaulat dan merdeka. Dinasti tersebut juga merebut kembali serta menyucikan Bait Suci Kedua yang sebelumnya mengalami ancaman penghancuran.

"Kami membawanya kembali. Kami di sini, dan kami akan selalu tetap di sini," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Sara Netanyahu mengatakan anak-anak Yahudi, termasuk dua putra mereka, pernah menjalani perayaan Bar Mitzvah di lokasi tersebut. Dalam tradisi Yahudi, Bar Mitzvah merupakan ritual yang menandai seorang anak telah mencapai usia dewasa secara keagamaan dan mulai bertanggung jawab atas perbuatannya.

"Ini mengharukan karena benar-benar menghubungkan kami dengan akar kami, dasar keberadaan kami," kata Sara.

Kunjungan Netanyahu dan istrinya tersebut menuai kritik. Sejumlah pihak menilai kegiatan itu dapat dipandang sebagai tindakan provokatif yang berpotensi memperburuk ketegangan terkait status hukum dan kondisi fisik situs suci bagi umat Islam tersebut.

Kelompok Palestina Hamas turut mengecam kunjungan Netanyahu. Hamas menuding Netanyahu menggunakan klaim yang dianggap tidak benar terkait Tembok Al Buraq dan Ruang Kudus.

"Ini merupakan serangan terang-terangan terhadap perasaan rakyat Palestina dan bangsa-bangsa Arab dan Islam," demikian pernyataan resmi Hamas, dikutip Al Jazeera.

x|close