Ntvnews.id, New York - Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyampaikan kritik terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saat membuka pidatonya dalam Sidang Majelis Umum ke-81 PBB. Ia menilai organisasi internasional tersebut belum berhasil menjalankan salah satu misi utamanya, yakni membebaskan umat manusia dari penderitaan akibat perang.
Dilansir dari AFP, Rabu, 23 September 2026, Lula menyampaikan kekecewaannya ketika berpidato di hadapan para pemimpin dunia. Menurutnya, upaya membebaskan manusia dari dampak perang merupakan salah satu tugas paling penting yang harus dijalankan PBB.
"Ini adalah kali kesepuluh saya membuka debat umum majelis ini sejak saya pertama kali naik ke podium pada tahun 2003. Ini tanpa ragu merupakan momen paling kritis bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan perasaan yang menggerakkan saya hari ini adalah kekecewaan mendalam," kata Lula da Silva.
Baca Juga: Visa Dubes Brasil Dicabut AS, Presiden Lula Kecam Washington
Ia kemudian menegaskan kembali kritiknya terhadap kinerja PBB dalam menangani konflik dan peperangan yang masih terjadi di berbagai belahan dunia.
"PBB gagal dalam salah satu misi terpentingnya, yaitu membebaskan umat manusia dari penderitaan akibat perang," imbuhnya.
Lula mengatakan kondisi tersebut membuat masyarakat dunia seolah berada dalam situasi yang tidak memiliki jalan keluar. Ia mengaitkannya dengan kegagalan Dewan Keamanan PBB dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya.
"Kita semua disandera oleh pembiaran Dewan Keamanan karena gagal menjalankan perannya," ujarnya.
Arsip foto - Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva. ANTARA/Xinhua/Lucio Tavora/aa. (Antara)