Australia Bidik Kursi DK PBB Periode 2029-2030

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Sep 2026, 09:47
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pulau dan bendera Australia. (ANTARA/pixabay/pri.) Ilustrasi - Pulau dan bendera Australia. (ANTARA/pixabay/pri.) (Antara)

Ntvnews.id, Canbera - Australia resmi mencalonkan diri untuk mendapatkan kursi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk periode 2029–2030.

Dilansir dari AFP, Selasa, 22 September 2026, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengumumkan pencalonan tersebut pada Senin, 21 September 2026. Pengumuman itu sekaligus menandai dimulainya kampanye Canberra untuk mendapatkan dukungan dari negara-negara anggota PBB.

Australia terakhir kali menjadi anggota tidak tetap DK PBB pada periode 2013–2014. Jika terpilih untuk periode 2029–2030, Australia akan menjalani masa jabatan keenamnya di DK PBB.

Albanese mengatakan keanggotaan di DK PBB akan memberikan kesempatan bagi Australia untuk berkontribusi dalam menentukan respons internasional terhadap berbagai persoalan yang dinilai penting bagi kepentingan negaranya.

"Australia memiliki pengaruh yang lebih besar daripada yang diperkirakan dan kami dapat memberikan dampak kepada dunia, dan itulah yang ingin saya lihat dilakukan Australia," kata Albanese kepada wartawan di New York di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB, dikutip dari The Straits Times.

Baca Juga: Australia Perketat Visa Pelajar Asing, Bawa Keluarga Kini Dibatasi

Albanese memperkirakan Australia akan memperoleh dukungan kuat dari negara-negara di kawasan Pasifik dan Asia Tenggara. Ia juga menyebut hubungan yang terjalin dengan berbagai pemimpin dunia dapat membantu upaya Canberra dalam memperoleh dukungan pencalonan.

Menurut Albanese, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan dampak perubahan iklim akan menjadi sejumlah tantangan penting yang dihadapi dunia menjelang akhir dekade ini. Karena itu, ia memandang kehadiran Australia di DK PBB sebagai bagian dari kepentingan nasional.

DK PBB terdiri dari 15 negara anggota, yakni lima anggota tetap dan 10 anggota tidak tetap. Lima kursi anggota tidak tetap dipilih setiap tahun untuk masa jabatan dua tahun.

Untuk periode 2029–2030, Finlandia menjadi kandidat lainnya dari kelompok Eropa Barat dan Negara-Negara Lain, bersama Australia. Sementara itu, kelompok Asia-Pasifik, Afrika, serta Amerika Latin dan Karibia juga akan mengajukan kandidat masing-masing untuk mengisi kursi anggota tidak tetap.

Sidang PBB <b>(Istimewa)</b> Sidang PBB (Istimewa)

Pemilihan anggota tidak tetap DK PBB untuk periode 2029–2030 dijadwalkan berlangsung melalui pemungutan suara rahasia pada 2028.

Lima negara yang saat ini memegang status anggota tetap DK PBB adalah Amerika Serikat, Tiongkok, Prancis, Rusia, dan Inggris. Kelima negara tersebut memiliki hak veto dalam pengambilan keputusan Dewan Keamanan.

Australia sebelumnya telah menyatakan bahwa jika terpilih, kebijakannya di DK PBB akan berlandaskan hukum internasional, multilateralisme, kedaulatan, pembangunan berkelanjutan, hak asasi manusia, inklusi, dan transparansi.

TERKINI

Australia Bidik Kursi DK PBB Periode 2029-2030

Luar Negeri Selasa, 22 Sep 2026 | 09:47 WIB

Dituding Sayap PKI, GMNI Lapor Bareskrim

News Selasa, 22 Sep 2026 | 09:21 WIB

Trump Sebut Media AS Jadi Ancaman Keamanan Nasional

Luar Negeri Selasa, 22 Sep 2026 | 09:17 WIB

Sheikh Ahmed bin Rashid Al Maktoum Meninggal Dunia, Dubai Berduka

Luar Negeri Selasa, 22 Sep 2026 | 09:12 WIB

Netanyahu Tur Terowongan Bawah Al Aqsa Tuai Kecaman

Luar Negeri Selasa, 22 Sep 2026 | 09:12 WIB

Xi Jinping Kunjungi AS Pekan Ini, Bahas Apa?

Luar Negeri Selasa, 22 Sep 2026 | 09:05 WIB

Jepang Dikecam usai Simulasi Anti-Teror Gunakan Atribut Muslim

Luar Negeri Selasa, 22 Sep 2026 | 09:04 WIB
Load More
x|close