Australia Perketat Visa Pelajar Asing, Bawa Keluarga Kini Dibatasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Sep 2026, 09:01
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pulau dan bendera Australia. (ANTARA/pixabay/pri.) Ilustrasi - Pulau dan bendera Australia. (ANTARA/pixabay/pri.) (Antara)

Ntvnews.id, Canbera - Pemerintah Australia akan memperketat kebijakan visa bagi mahasiswa asing. Dalam aturan baru, sebagian besar mahasiswa internasional tidak lagi diperbolehkan membawa pasangan maupun anak untuk tinggal bersama mereka selama masa studi.

Selain membatasi anggota keluarga mahasiswa asing, pemerintah juga akan memperketat ketentuan visa liburan kerja atau working holiday visa (WHV). Kebijakan ini diterapkan di tengah perdebatan mengenai tingginya angka migrasi yang masuk ke Australia.

Dilansir dari Reuters, Jumat, 18 September 2026, Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke mengatakan sejumlah perubahan dalam sistem visa akan diberlakukan sebagai bagian dari langkah pemerintah mengendalikan tingkat migrasi.

Pemerintah Australia menargetkan migrasi bersih tahunan dapat ditekan menjadi sekitar 225 ribu orang pada 2028. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan angka saat ini yang mencapai sekitar 300 ribu orang.

Burke membantah anggapan bahwa perubahan kebijakan tersebut muncul akibat tekanan politik dari Partai One Nation yang berhaluan kanan.

One Nation diketahui mengalami peningkatan popularitas dalam sejumlah survei terbaru. Sebelumnya, partai tersebut menyatakan ingin memangkas jumlah migran sementara hingga 750 ribu orang dalam kurun tiga tahun. One Nation menyebut langkah itu diperlukan untuk memberikan warga Australia "ruang bernapas".

"Sama sekali salah jika menduga bahwa ini adalah bagian pekerjaan baru yang dilakukan untuk mengatasi iklim politik, bukan begitu," kata Burke kepada wartawan, seperti dilaporkan Reuters.

Persoalan biaya hidup dan imigrasi memang menjadi dua isu yang secara konsisten masuk dalam daftar kekhawatiran utama pemilih Australia berdasarkan sejumlah jajak pendapat terbaru.

Selain memberlakukan pembatasan baru bagi mahasiswa internasional dan pemegang WHV, pemerintah Australia juga akan memperkuat pengawasan terhadap pelanggaran ketentuan visa.

Sebanyak 100 petugas kepatuhan tambahan akan direkrut untuk memperkuat penegakan aturan. Pemerintah juga tengah mempertimbangkan penggunaan kembali fasilitas karantina yang dibangun pada era pandemi di Melbourne sebagai lokasi penampungan tahanan imigrasi.

"Jika Anda ingin datang ke Australia untuk sementara waktu, ajukan visa sementara. Jika Anda ingin datang ke Australia secara permanen, ajukan visa permanen. Dan jika visa Anda sudah tidak berlaku, Anda harus meninggalkan Australia," ujar Burke.

Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi USD146,5 Miliar Pada Agustus 2026

Perubahan lainnya menyasar pemegang visa liburan kerja. Pemerintah Australia berencana menerapkan sistem undian bagi backpacker yang ingin memperpanjang masa berlaku visa mereka.

Selain itu, seluruh visa kunjungan nantinya akan dilengkapi ketentuan "tidak diperbolehkan tinggal lebih lanjut". Ketentuan tersebut bertujuan mencegah pemegang visa tetap tinggal di Australia sembari mengajukan permohonan visa dengan kategori berbeda, termasuk visa pasangan.

Untuk mahasiswa internasional, perpanjangan visa pelajar hanya akan diberikan apabila mereka melanjutkan pendidikan ke tingkat kualifikasi yang lebih tinggi.

Meski demikian, pemerintah memberikan pengecualian bagi sebagian mahasiswa dari negara-negara Kepulauan Pasifik dan Asia Tenggara. Mahasiswa dari kelompok negara tertentu tersebut masih diperbolehkan membawa pasangan dan anak selama menjalani pendidikan di Australia.

Namun, secara umum pemohon kedua tidak akan diperbolehkan untuk sebagian besar kategori visa pelajar.

Saat ini, pasangan atau mitra mahasiswa internasional masih memiliki kesempatan untuk bekerja di Australia. Batas waktu kerja yang diperbolehkan berbeda, bergantung pada program pendidikan yang diikuti oleh mahasiswa tersebut.

Di sisi lain, sektor pendidikan internasional tetap menjadi bagian penting dari perekonomian Australia. Dalam periode satu tahun hingga Juni 2025, sektor tersebut memberikan kontribusi sekitar A$53,6 miliar atau setara US$38 miliar terhadap perekonomian Negeri Kanguru.

Kontribusi tersebut menempatkan pendidikan internasional sebagai sektor ekspor terbesar keempat Australia. Meski memiliki nilai ekonomi yang besar, mahasiswa asing kini menjadi salah satu sasaran utama kebijakan pemerintah Partai Buruh yang berhaluan kiri tengah untuk menekan tingkat migrasi.

Sebelumnya, pemerintah Australia juga telah memperketat sejumlah persyaratan bagi mahasiswa internasional. Biaya pengajuan visa pelajar bahkan telah meningkat hampir tiga kali lipat dalam empat tahun terakhir menjadi A$2.500.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memperketat persyaratan kemampuan bahasa Inggris serta meningkatkan batas minimum tabungan yang harus dimiliki pemohon visa pascasarjana.

TERKINI

Load More
x|close