Ntvnews.id, Canbera - Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Israel di Canberra, Australia, pada Selasa, 8 September 2026. Mereka mendesak pemerintah Australia mengusir Duta Besar Israel setelah Tel Aviv memutuskan tidak melanjutkan tuntutan pidana terkait kematian relawan kemanusiaan di Jalur Gaza.
Salah satu relawan yang tewas dalam insiden tersebut merupakan warga Australia, Zomi Frankcom. Dia meninggal bersama enam pekerja kemanusiaan lainnya dari World Central Kitchen (WCK) akibat serangan militer Israel di Gaza pada 2024.
Dilansir dari TRT World, Rabu, 9 September 2026, para demonstran membawa sejumlah foto warga Palestina yang menjadi korban tewas di Gaza. Mereka juga menyuarakan berbagai tuntutan, di antaranya Usir Duta Besar Israel dan Bebaskan Palestina.
Menurut laporan media Australia SBS News, massa aksi sempat menghalangi akses masuk ke gedung Kedutaan Besar Israel. Polisi kemudian memindahkan para demonstran dari jalur yang digunakan kendaraan.
Frankcom yang berusia 43 tahun bersama enam relawan WCK lainnya tewas pada 1 April 2024. Kendaraan yang mereka gunakan terkena serangan drone Israel, meskipun kendaraan tersebut secara jelas menampilkan logo WCK.
Baca Juga: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 11 Warga Palestina
Aksi di Canberra itu berlangsung setelah seorang komandan militer Israel, Kolonel Nochi Mendel, membela keputusan yang diambilnya untuk memerintahkan serangan tersebut. Pernyataan itu disampaikan Mendel dalam wawancara media yang dipublikasikan pada pekan sebelumnya.
"Saya tidak menyesali perbuatan saya," kata Mendel dalam wawancara tersebut.
Karuna Bajracharya, sahabat Frankcom yang turut menghadiri demonstrasi, mengecam pernyataan Mendel. Ia menyebut ucapan tersebut "menjijikkan" sekaligus menyoroti tidak adanya proses pertanggungjawaban pidana atas insiden tersebut.
Senator Australia dari Partai Hijau, Mehreen Faruqi, juga ikut dalam aksi tersebut. Ia menilai pemerintah Australia tidak mengambil langkah yang semestinya terhadap Israel dan mendorong pemerintah menjatuhkan sanksi.
"Seharusnya mereka menjatuhkan sanksi terhadap Israel sejak lama," ucapnya kepada para demonstran.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengaku "marah" setelah Israel memutuskan tidak mengajukan tuntutan pidana terkait kematian para pekerja kemanusiaan tersebut.
Sementara itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan bahwa tindakan Israel tidak memenuhi standar akuntabilitas yang selama ini diharapkan pemerintah Australia.
Ilustrasi demo (Istimewa)