Iran Eksekusi Pria yang Dituding Dukung Israel dan AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Agu 2026, 08:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Siluet tentara dengan latar belakang bendera Iran dan bendera Israel Ilustrasi - Siluet tentara dengan latar belakang bendera Iran dan bendera Israel (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Otoritas kehakiman Iran mengumumkan eksekusi terhadap Shahram Sadeghi, pria yang sebelumnya dijatuhi hukuman mati setelah dinyatakan bersalah menabrak sejumlah anggota kepolisian menggunakan mobil saat demonstrasi anti-pemerintah pada Januari 2026. Ia dihukum mati atas tuduhan melakukan tindakan untuk mendukung Israel dan Amerika Serikat (AS).

"Shahram Sadeghi, yang dijatuhi hukuman mati karena melakukan tindakan operasional demi mendukung rezim Zionis dan Amerika Serikat, telah dieksekusi pagi ini," demikian pernyataan yang dimuat situs kehakiman Iran, Mizan Online, seperti dilansir dari AFP, Senin, 17 Agustus 2026.

Mizan Online menyebut insiden tersebut berlangsung pada 8 Januari di Karaj, wilayah yang berada di sebelah barat Teheran. Sadeghi disebut menabrakkan mobilnya ke sejumlah polisi hingga menyebabkan tujuh petugas mengalami luka-luka.

Baca Juga: Kecam Prancis soal HAM, Iran: Hentikan Ceramah dan Kemunafikan

Gelombang demonstrasi yang mulanya dipicu persoalan mahalnya biaya hidup pada akhir Desember 2025 kemudian berkembang menjadi aksi anti-pemerintah dalam skala besar di berbagai wilayah Iran. Demonstrasi mencapai puncaknya pada 8 dan 9 Januari.

Pemerintah Iran menyatakan lebih dari 3.000 orang meninggal dunia dalam rangkaian kerusuhan tersebut. Teheran juga menuding kekerasan yang terjadi merupakan bagian dari 'tindakan teroris' yang didalangi Amerika Serikat dan Israel.

Di sisi lain, sejumlah organisasi hak asasi manusia yang berbasis di luar Iran melaporkan bahwa aparat keamanan Iran melepaskan tembakan terhadap para demonstran.

Iran juga mengalami peningkatan jumlah eksekusi sejak perang di Timur Tengah pecah pada 28 Februari setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran. Sebagian dari eksekusi tersebut disebut berkaitan dengan aksi protes yang berlangsung sebelumnya.

TERKINI

Iran Eksekusi Pria yang Dituding Dukung Israel dan AS

Luar Negeri Senin, 17 Agu 2026 | 08:20 WIB

Presiden Korsel Ajak Korut Dialog untuk Akhiri Perang Korea

Luar Negeri Senin, 17 Agu 2026 | 07:55 WIB

600 Drone Ukraina Serang Moskow dalam Semalam

Luar Negeri Senin, 17 Agu 2026 | 07:50 WIB

Kim Jong Un Kirim Surat ke Putin, Apa Isinya?

Luar Negeri Senin, 17 Agu 2026 | 07:30 WIB

Jadwal Lengkap Upacara HUT RI ke-81 di Istana Negara

Nasional Senin, 17 Agu 2026 | 07:25 WIB

Serangan Houthi Lumpuhkan Pengoperasian Pelabuhan Mocha di Yaman

Luar Negeri Senin, 17 Agu 2026 | 07:00 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close