Ntvnews.id, Tepi Barat - Militer Israel melakukan penggerebekan di Kota Qusra, wilayah yang berada di selatan Nablus, Tepi Barat bagian utara, pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Dalam operasi tersebut, militer Israel juga memberlakukan jam malam di tengah situasi yang semakin tegang. Pada saat bersamaan, pasukan Israel dilaporkan masih mengepung tiga rumah keluarga Palestina selama empat hari berturut-turut.
Menurut keterangan saksi mata kepada Anadolu, dikutip Jumat, 14 Agustus 2026, sejumlah besar pasukan Israel memasuki Qusra. Personel infanteri bersama puluhan kendaraan militer dikerahkan dan menyebar di sejumlah ruas jalan kota.
“Pasukan tersebut memberlakukan jam malam dan memerintahkan toko-toko untuk tutup,” tambah saksi mata.
Baca Juga: Israel Bakar Dua Masjid di Tepi Barat Palestina
Situasi di Qusra dilaporkan mulai memanas setelah pasukan Israel mendirikan tenda dan sejumlah bangunan sementara di antara permukiman warga Palestina di kawasan Ras al-Ain, yang berada di pinggiran kota.
Sejak Minggu, tiga rumah warga Palestina juga dilaporkan berada dalam pengepungan. Penghuninya tidak diperbolehkan keluar maupun masuk rumah, sementara pihak luar juga dilarang mendatangi kediaman tersebut.
Pengepungan dan penggerebekan tersebut semakin meningkatkan ketegangan di Qusra, terutama di tengah aktivitas militer Israel yang terus berlangsung di wilayah Tepi Barat.
Rudal yang diluncurkan dari Iran ke arah Israel terlihat di langit di atas kota Hebron, Tepi Barat, pada 7 Juni 2026. Sirene berbunyi di beberapa wilayah di Israel utara akibat serangan rudal tersebut, yang terjadi setelah serangan Israel terhadap ib (Antara)