Hubungan Hungaria dan Rusia Memanas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Sep 2026, 09:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia, 6 Januari 2023. Arsip - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia, 6 Januari 2023. (ANTARA)

Ntvnews.id, Moskow - Pemerintah Hungaria memerintahkan 10 diplomat Rusia untuk meninggalkan wilayah negaranya. Keputusan tersebut diambil karena para diplomat itu diduga melakukan aktivitas yang dinilai tidak sesuai dengan status diplomatik mereka.

Dilansir dari Reuters, Rabu, 9 September 2026, Rusia langsung merespons keputusan tersebut dengan kecaman keras dan mengisyaratkan akan mengambil tindakan balasan terhadap diplomat Hungaria yang berada di Rusia.

Pengusiran terhadap 10 diplomat Rusia itu diumumkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hungaria Anita Orban pada Selasa, 8 September 2026.

Anita Orban menjelaskan bahwa Budapest mengambil keputusan tersebut karena para diplomat Rusia terlibat dalam aktivitas di Hungaria yang tidak dapat diterima bagi para diplomat di bawah Konvensi Wina yang mengatur hubungan diplomatik antarnegara.

Menurut Orban, tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah Hungaria untuk menjaga keamanan nasional sekaligus mempertahankan kedaulatan negara.

Meski demikian, Orban menegaskan pengusiran para diplomat Rusia bukan berarti Hungaria berniat memutuskan hubungan diplomatik dengan Moskow.

"Keputusan ini... tidak berarti pemutusan hubungan diplomatik dengan Rusia. Hungaria berniat untuk melanjutkan dialog yang diperlukan," ucap Orban dalam pernyataannya.

Baca Juga: Menlu Sugiono: Prabowo–Putin Bahas Penguatan Energi dan Ekonomi di Kremlin

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan akan merespons pengusiran tersebut dengan langkah balasan yang berpotensi memberikan dampak berat bagi Hungaria. Pernyataan itu disampaikan seperti dilaporkan kantor berita Interfax.

"Tanggapan terhadap kelompok lobi Russophobic (anti-Rusia) di Budapest akan keras dan menyakitkan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.

Keputusan Budapest kali ini bukan pertama kalinya Hungaria mengusir diplomat Rusia. Pada Mei lalu, pemerintah Hungaria juga mengambil langkah serupa dengan alasan adanya dugaan aktivitas pengumpulan informasi intelijen.

Pada bulan yang sama, Menlu Anita Orban memanggil Duta Besar Rusia untuk Hungaria, Evgeny Stanislavov. Pemanggilan tersebut dilakukan setelah serangan drone Rusia menghantam wilayah Zakarpattia, Ukraina bagian barat.

Wilayah tersebut diketahui menjadi tempat tinggal bagi komunitas etnis Hungaria dalam jumlah besar.

Photo file: Presiden Rusia Vladimir Putin berpidato di hadapan peserta KTT ASEAN melalui tautan video di kediamannya di luar Moskow, Rusia, Kamis (28/10/2021). ANTARA FOTO/Sputnik/Evgeniy Paulin/Kremlin via REUTERS/AWW/djo. <b>(Antara)</b> Photo file: Presiden Rusia Vladimir Putin berpidato di hadapan peserta KTT ASEAN melalui tautan video di kediamannya di luar Moskow, Rusia, Kamis (28/10/2021). ANTARA FOTO/Sputnik/Evgeniy Paulin/Kremlin via REUTERS/AWW/djo. (Antara)

Serangkaian tindakan tegas yang dilakukan Budapest terhadap Moskow dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan perubahan arah kebijakan luar negeri Hungaria. Kondisi itu sekaligus menandai berakhirnya era kebijakan yang sebelumnya dianggap lebih dekat dengan Rusia pada masa pemerintahan mantan Perdana Menteri Viktor Orban.

Perdana Menteri Hungaria saat ini, Peter Magyar, bersama pemerintahan berhaluan tengah-kanan, berulang kali menegaskan bahwa Uni Eropa dan NATO merupakan aliansi utama bagi negaranya.

Magyar juga menyatakan komitmennya untuk membangun kembali kepercayaan terhadap Hungaria yang dinilai sempat menurun selama pemerintahan Viktor Orban.

Dalam sidang parlemen pada Mei lalu, Menlu Anita Orban, yang tidak memiliki hubungan keluarga dengan mantan PM Viktor Orban meski keduanya menggunakan nama belakang yang sama, menyatakan bahwa Rusia akan tetap menjadi mitra. Namun, ia menegaskan hubungan tersebut tidak boleh dibangun atas dasar ketergantungan sepihak.

x|close