Ntvnews.id, Gaza - Hamas menuding Israel berusaha menyembunyikan dan menghilangkan bukti yang berkaitan dengan dugaan genosida di Jalur Gaza, Palestina. Kelompok tersebut menilai upaya itu dilakukan melalui pemindahan, penghancuran, hingga pengangkutan puing-puing yang diduga menjadi lokasi jenazah ribuan orang yang hilang akibat agresi Israel.
"Ada upaya pemerintah pendudukan [Israel] dan tentaranya untuk menyembunyikan bukti kejahatan brutal yang dilakukan terhadap rakyat kami di Jalur Gaza melalui pemindahan, penghancuran, dan pengangkutan puing-puing," demikian pernyataan Hamas, dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 9 September 2026.
Hamas menyebut tindakan terhadap lokasi yang kemungkinan menyimpan jenazah maupun barang bukti sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional. Menurut mereka, langkah tersebut juga bertentangan dengan perintah Mahkamah Internasional yang mewajibkan pelestarian bukti.
Kelompok tersebut menilai penghancuran atau pemindahan bukti bukan hanya berpotensi menghambat proses penyelidikan, tetapi juga dianggap menyerang martabat para korban serta mengabaikan hak keluarga untuk menemukan dan memakamkan jenazah anggota keluarga mereka.
Baca Juga: Menteri Israel Ungkap Rencana Pindahkan 1,86 Juta Warga Palestina dari Gaza dalam 7 Tahun
Dalam pernyataan yang sama, Hamas menyambut peringatan Pelapor Khusus PBB mengenai situasi hak asasi manusia di Palestina, Francesca Albanese. Ia sebelumnya memperingatkan bahwa aktivitas pemindahan, penghancuran, dan pengangkutan puing-puing oleh Israel berpotensi menghilangkan jejak "kejahatan kekejaman" yang terjadi di Jalur Gaza.
Albanese kemudian meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mahkamah Pidana Internasional, serta lembaga-lembaga terkait lainnya segera mengambil langkah untuk melindungi lokasi-lokasi yang dinilai penting bagi proses investigasi.
Hamas juga menyerukan agar tim penyelidik internasional dan para ahli forensik diberi akses ke Gaza. Mereka diminta melakukan pengawasan terhadap proses evakuasi jenazah, mendokumentasikan temuan, serta memastikan barang bukti tetap terjaga.
Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di Jalur Gaza sejak Oktober 2023. Dalam konflik tersebut, pasukan Israel menyerang berbagai wilayah dan fasilitas sipil, termasuk rumah sakit serta kamp-kamp pengungsian.
Akibat perang tersebut, lebih dari 73.000 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia. Konflik juga menyebabkan ratusan ribu rumah mengalami kerusakan atau kehancuran dan membuat jutaan warga Palestina terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.
Seorang anak berada di antara puing bangunan akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza, Palestina (Antara)