Putin Sebut Memburuknya Hubungan Rusia-Jepang Sepenuhnya Kesalahan Tokyo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Sep 2026, 07:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Vladimir Putin di Eastern Economic Forum Vladimir Putin di Eastern Economic Forum (Istimewa)

Ntvnews.id, London - Presiden Rusia Vladimir Putin menuding Jepang sebagai pihak yang bertanggung jawab atas memburuknya hubungan diplomatik antara Moskwa dan Tokyo. Pernyataan tersebut disampaikan setelah kunjungan pertamanya ke Kepulauan Kuril yang disengketakan pada Agustus lalu dan mendapat kecaman dari pemerintah Jepang.

Dalam keterangannya kepada wartawan di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Kirgistan, Rabu, 2 September 2026 Putin mengatakan Rusia selama ini telah berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan Jepang.

"sepenuhnya kesalahan Jepang," ujar Putin mengenai memburuknya hubungan kedua negara.

Ketika ditanya mengenai sikap Moskwa dalam memperlakukan hubungan bilateral dengan Tokyo, Putin menjawab, "Dengan sangat hati-hati," dilansir daru Japan Today, Jumat, 4 September 2026.

Putin juga mengatakan Rusia tetap terbuka untuk membahas kemungkinan negosiasi perdamaian terkait status kepulauan yang disengketakan. Namun, ia menegaskan bahwa dari perspektif Moskwa, persoalan mengenai status wilayah tersebut sebenarnya sudah "selesai".

Wilayah yang menjadi sengketa tersebut dikenal sebagai Wilayah Utara oleh Jepang dan Kuril Selatan oleh Rusia. Kawasan itu terdiri atas empat pulau utama, yakni Etorofu, Kunashiri, Shikotan, serta kelompok pulau kecil Habomai.

Jepang selama ini menyatakan keempat wilayah tersebut direbut secara ilegal oleh Uni Soviet setelah Jepang menyerah dalam Perang Dunia II. Sementara itu, Rusia mempertahankan klaim bahwa penguasaan wilayah tersebut dilakukan secara sah berdasarkan hukum internasional.

Baca Juga: Survei Ungkap Turis Jepang Paling Sopan, Wisatawan AS Paling Royal

Pemerintah Jepang memberikan respons keras terhadap pernyataan Putin. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara menyatakan bahwa sikap Moskwa terkait wilayah sengketa tersebut tidak dapat diterima.

"Tidak dapat diterima," tegas Minoru Kihara dalam konferensi pers rutin di Tokyo, Rabu.

Hubungan Rusia dan Jepang memang semakin memburuk setelah Putin melakukan kunjungan pertamanya ke Pulau Etorofu pada Agustus 2026. Kunjungan tersebut berlangsung ketika perang Rusia-Ukraina masih terus berlangsung dan langsung memicu protes diplomatik dari Tokyo.

Putin mengaku tidak terkejut dengan reaksi keras yang ditunjukkan pemerintah Jepang terhadap kunjungannya. Namun, ia mengatakan sikap Jepang terhadap Rusia dalam beberapa waktu terakhir justru menjadi hal yang mengejutkannya.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi juga mengecam kunjungan Putin ke wilayah yang masih dipersengketakan kedua negara tersebut.

Bendera Jepang <b>(Antara)</b> Bendera Jepang (Antara)

"Sangat tidak dapat diterima," kata Sanae Takaichi mengenai kunjungan Putin ke wilayah sengketa.

Sebagai bentuk keberatan secara diplomatik, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi kemudian memanggil Duta Besar Rusia untuk Jepang Nikolay Nozdrev.

Perselisihan mengenai Kepulauan Kuril Selatan telah menjadi persoalan selama puluhan tahun. Sengketa tersebut bahkan menjadi salah satu faktor utama yang membuat Rusia dan Jepang belum dapat menuntaskan perjanjian perdamaian secara resmi setelah berakhirnya Perang Dunia II.

Ketegangan terbaru antara Moskwa dan Tokyo semakin memperburuk hubungan kedua negara yang sebelumnya telah merenggang akibat pemberlakuan sanksi Jepang terhadap Rusia serta perbedaan sikap terkait perang di Ukraina.

x|close