Ntvnews.id, Jakarta -Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengundang kalangan pengusaha asal Rusia untuk berinvestasi dan membangun industri bersama di Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Forum Ekonomi Timur atau Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Prabowo menjadi tamu kehormatan utama EEF ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9).
Di hadapan para kepala negara, kepala pemerintahan, pejabat, serta pelaku usaha yang hadir dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menegaskan Indonesia membuka pintu bagi kerja sama ekonomi yang lebih luas dengan Rusia.
Kerja sama itu tidak hanya diarahkan pada perdagangan, tetapi juga investasi, produksi bersama, pembangunan industri, hingga penciptaan nilai tambah yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara.
“Datanglah ke Indonesia. Bekerjalah bersama kami. Berproduksilah bersama kami. Mari kita membangun industri bersama. Mari kita menciptakan nilai bersama,” kata Prabowo.
Baca Juga: Prabowo di EEF Rusia: ASEAN Pilih Konsultasi daripada Konfrontasi
Presiden memperkenalkan posisi strategis Indonesia sebagai pintu masuk menuju pasar yang jauh lebih luas di kawasan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik. Menurut Prabowo, pembangunan industri bersama di Indonesia dapat memberikan peluang bagi pelaku usaha Rusia untuk tidak hanya menjangkau konsumen Indonesia, tetapi juga memperluas pasar ke negara-negara di kawasan.
“Dan dari Indonesia, mari kita bersama-sama menjangkau pasar ASEAN dan Indo-Pasifik yang lebih luas,” ujarnya.
Presiden RI Prabowo Subianto duduk berdampingan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam rangkaian sesi pleno Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut memperkenalkan peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai salah satu instrumen yang dapat memperkuat hubungan investasi kedua negara.
Prabowo mengatakan Indonesia telah membentuk Danantara sebagai sovereign wealth fund dengan aset kelolaan senilai USD 1 triliun. Keberadaan Danantara dinilai dapat menjadi salah satu jembatan untuk mempertemukan kepentingan strategis dan modal dari Indonesia dengan Rusia.
“Danantara dapat menjadi jembatan tempat pasar modal serta tujuan strategis Rusia dan Indonesia bertemu,” lanjutnya.
Prabowo juga menyoroti peluang kerja sama antara Danantara dengan Russian Direct Investment Fund atau RDIF. Bagi Prabowo, hubungan kedua lembaga investasi tersebut harus bergerak lebih jauh, dari sekadar mengidentifikasi peluang menuju pembiayaan proyek-proyek konkret yang memiliki kelayakan secara finansial.
Baca juga: Di EEF Rusia, Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap Non-Blok
“Danantara dan sovereign wealth fund Rusia, Russian Direct Investment Fund atau RDIF, dapat bergerak dari sekadar mengidentifikasi peluang menuju pembiayaan proyek-proyek yang layak secara finansial,” tegasnya.
Suasana pelaksanaan sesi pleno Forum Ekonomi Timur (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026), yang dihadiri jajaran kepala negara, pejabat tinggi, serta ratusan pelaku usaha internasional.
Prabowo menginginkan kerja sama ekonomi Indonesia dan Rusia menghasilkan proyek nyata yang dapat diukur dan dipertanggungjawabkan. Karena itu, setiap kesepakatan yang dicapai tidak cukup hanya pada penandatanganan atau pernyataan kerja sama.
Presiden Prabowo juga mengungkap bahwa setiap proyek harus memiliki kejelasan mengenai nilai investasi, sumber pembiayaan, hingga target dan tahapan realisasinya.
“Setiap kesepakatan yang diumumkan harus menyebutkan nilainya, skema pembiayaannya, serta tahapan pelaksanaannya,” ujar dia.
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato utama saat menghadiri sesi pleno Forum Ekonomi Timur (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Dalam pidatonya, Prabowo mengundang para pelaku usaha Ru