Prabowo: Samudra Pasifik Bukan Tembok, Melainkan Jalan Raya Penghubung Ekonomi Indonesia-Rusia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Sep 2026, 15:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto di Eastern Economic Forum Prabowo Subianto di Eastern Economic Forum (Istimewa)

Ntvnews.id, Vladivostok - Presiden Prabowo Subianto menilai Samudra Pasifik tidak seharusnya dipandang sebagai batas yang memisahkan Indonesia dengan Rusia. Menurutnya, wilayah perairan tersebut justru dapat menjadi jalur yang mempererat hubungan dan menghubungkan perekonomian kedua negara.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berpidato sebagai tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis, 3 September 2026.

Prabowo mengatakan Indonesia dan Rusia sama-sama memiliki wilayah yang sangat luas. Kondisi geografis tersebut membuat perjalanan dari satu titik ke titik lainnya di masing-masing negara dapat membutuhkan waktu berjam-jam.

"Kita tahu bahwa ibu kota terkadang terasa sangat jauh dari komunitas perbatasan. Namun, Vladivostok juga terasa cukup dekat dengan rumah saya," katanya.

Baca Juga: Presiden Argentina Tegaskan Komitmen Membela Kedaulatan Kepulauan Falkland

Menurut Prabowo, kedekatan tersebut salah satunya tercipta karena Indonesia dan Rusia sama-sama memiliki garis pantai yang berbatasan dengan Samudra Pasifik.

"Samudra besar yang sama, Samudra Pasifik, menyentuh pantai Rusia dan juga menyentuh pantai Indonesia. Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Ini bukan tembok di antara kita. Ini harus menjadi jalan raya antara kedua ekonomi kita.

Prabowo juga menilai tema EEF ke-11, yakni "Timur Jauh: Pembangunan untuk Manfaat Masyarakat", sejalan dengan mandat yang diberikan masyarakat Indonesia kepadanya sebagai presiden.

Ia menegaskan bahwa pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat merupakan salah satu fokus utama yang diembannya sebagai Kepala Negara.

"Ini bukan hanya tema Timur Jauh Rusia. Ini juga merupakan mandat yang diberikan kepada saya oleh rakyat Indonesia," tegasnya.

HIGHLIGHT

x|close