VIDEO: Warga Depok Diduga Gabung Jadi Tentara Rusia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Sep 2026, 14:55
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Warga Depok Diduga Gabung Jadi Tentara Rusia Warga Depok Diduga Gabung Jadi Tentara Rusia (Akun Radar Depok)

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang warga Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Wahyu Oktavian Iskandar alias Yayan, diduga bergabung sebagai tentara Rusia.

Kejadian ini terungkap usai adanya koordinasi antarinstansi mengenai keberadaan warga negara Indonesia di tengah konflik bersenjata tersebut.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Kota Kota Depok, Irvan Triansyah menjelaskan, Yayan mengajukan berkas secara mandiri melalui aplikasi M-Paspor

"Berdasarkan data di Imigrasi Depok, WOI mengganti paspor pada 6 April 2026," kata Irvan kepada Radar Depok, Kamis (3/9).

Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov angkat bicara mengenai laporan yang menyebut delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga bergabung sebagai tentara bayaran Rusia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Radar Depok (@radar.depok)

Tolchenov menegaskan bahwa pemerintah Rusia tidak melakukan perekrutan, termasuk melalui perwakilan diplomatiknya di Indonesia, untuk bergabung dengan Angkatan Bersenjata Rusia.

"Kantor perwakilan Rusia di mana pun di Indonesia, sama sekali tidak melakukan rekrutmen untuk angkatan bersenjata Rusia," kata Tolchenov, seperti dikutip Antara, Rabu, 2 September 2026.

Ia kembali menekankan bahwa Kedutaan Besar Rusia di berbagai negara tidak memiliki keterlibatan dalam perekrutan warga negara asing (WNA) untuk menjadi bagian dari militer Rusia. Meski demikian, Tolchenov mengakui terdapat sejumlah WNA yang memilih bergabung dengan militer Rusia atas keputusan pribadi.

"Diakui memang tak sedikit warga negara asing di militer Rusia, tetapi kedutaan besar sama sekali tidak terlibat melakukan rekrutmen di dalamnya," ungkap Tolchenov.

Menurutnya, WNA yang berada di Rusia, mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga wisatawan, ada yang kemudian memutuskan bergabung dengan militer negara tersebut. Tolchenov menegaskan keputusan tersebut merupakan pilihan dan tanggung jawab masing-masing individu.

Terkait laporan delapan WNI tersebut, Tolchenov menyatakan Rusia terbuka untuk membantu proses pemeriksaan apabila Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) membutuhkan informasi atau meminta kerja sama. Pemerintah Indonesia sendiri masih melakukan verifikasi atas laporan tersebut.

"Jika mereka ingin menanyakan sesuatu kepada kami, tentu saja kami siap memberi penjelasan maupun bekerja sama," imbuhnya.

Baca Juga: Bertemu Putin, Prabowo Tegaskan Pentingnya Rusia Sebagai Mitra Indonesia

Baca Juga: 8 WNI jadi Tentara Rusia, Dasco: Lamarnya jadi Satpam-Diimingi Gaji Besar

x|close