Mendukbangga: Anggaran BOKB Rp1,44 Triliun Difokuskan untuk Tekan Angka Stunting

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Sep 2026, 16:10
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (3/9/2026) Tangkapan layar - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (3/9/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, menyatakan bahwa alokasi Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) sebesar Rp1,44 triliun bakal diprioritaskan guna mendukung penanganan pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting pada 2027.

Sikap strategis ini disampaikan Wihaji saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (3/9). “Prioritas utamanya dalam BOKB ini adalah pencegahan dan percepatan penurunan stunting, pelayanan KB dan kesehatan reproduksi,” kata Wihaji.

Pagu indikatif senilai Rp1.446.645.168.316 tersebut merupakan alokasi BOKB yang ditujukan bagi 508 kabupaten/kota, minus Provinsi DKI Jakarta. Skema alokasi dana ini dirancang untuk menyokong program pembangunan keluarga, kependudukan, serta keluarga berencana di tingkat daerah.

Sebagai informasi, BOKB tergolong ke dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik yang bersumber dari APBN. Alokasi dana transfer ini disalurkan kepada pemerintah daerah guna memperkuat pelaksanaan kewenangan lokal dalam merealisasikan pelayanan prioritas nasional.

Wihaji merinci alokasi pagu indikatif Rp1,44 triliun tersebut bakal mendanai enam program operasional dan intervensi stunting. Program tersebut mencakup operasional pendampingan Keluarga Risiko Stunting (KRS) oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK), pemutakhiran data KRS, hingga pembinaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di tingkat kabupaten/kota.

Selain itu, anggaran disalurkan untuk meningkatkan kapasitas pencegahan stunting bagi tenaga lini lapangan, serta agenda Fokus Stunting yang meliputi forum kolaborasi, umpan balik, dan sinkronisasi di tingkat kecamatan. Program pelatihan dan edukasi gizi lewat Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung KB turut mendapatkan sokongan pendanaan.

Di samping fokus penanganan stunting, BOKB 2027 menyisihkan pagu indikatif sebesar Rp484.733.896.684 untuk penguatan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi. Anggaran ini difokuskan pada empat kegiatan utama: operasional kader KB dalam pelaksanaan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) di desa/kelurahan, hingga penggerakan pelayanan IUD, implan, MOW, MOP, serta pencabutan implan.

Langkah pendistribusian alat dan obat kontrasepsi (alokon) beserta operasional registrasi dan pencatatan pelayanan KB di fasilitas kesehatan juga masuk ke dalam alokasi tersebut. Melalui rincian pos anggaran tersebut, keseluruhan pagu indikatif BOKB pada tahun anggaran 2027 secara total menembus Rp1.931.379.065.000.

 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close