8 WNI jadi Tentara Rusia, Dasco: Lamarnya jadi Satpam-Diimingi Gaji Besar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Sep 2026, 13:05
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah). Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah). (NTVNews.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menanggapi kabar delapan warga negara Indonesia (WNI) yang disebut menjadi tentara Rusia oleh intelijen Ukraina. Menurut Dasco, berdasarkan informasi dari otoritas intelijen RI, perekrutan para WNI itu dilakukan oleh negara pihak ketiga yang seolah-olah membuka lowongan pekerjaan dengan gaji besar.

"Jadi kami mendapatkan informasi dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga yang kemudian membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun kemudian tenaga administrasi yang diiming-imingi oleh gaji yang besar," ujau Dasco di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Lalu, kata Dasco para WNI tersebut mendaftar, namun akhirnya malah jadi tentara.

Dirinya mengungkapkan, pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sudah berkoordinasi dan mengirimkan utusan ke negara terkait.

Baca Juga: Dasco Siap Mundur Kalau RUU Perampasan Aset Gak Kelar 15 Desember

"Nah, para WNI ini kemudian mendaftar, lalu kemudian dari situ akhirnya dikirim untuk menjadi tentara, begitu informasi yang kami dapat dan pada saat ini otoritas intelijen," kata Dasco.

"Dan Kementerian Luar Negeri sudah melakukan antisipasi berkoordinasi dan kemudian mengirimkan utusan kepada negara-negara tersebut," imbuhnya.
Sebelumnya, intelijen Ukraina merilis data terkait delapan WNI yang menjadi tentara Rusia. Hal ini disampaikan melalui situs resminya, Foreign Intelligence Service of Ukraine/FISU. Intelijen Ukraina menampilkan dokumen identitas WNI yang diduga menjadi tentara Rusia.

"Janji berupa bayaran tinggi, tugas nontempur, percepatan kewarganegaraan Rusia, dan tunjangan sosial menarik minat orang-orang yang--sering kali--tidak mengetahui ke mana sebenarnya mereka akan dikirim," tulis Intelijen Ukraina dalam situs resminya.

Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyebut pemerintah Indonesia sedang melakukan verifikasi atas informasi itu melalui perwakilan RI di Rusia. Kemlu RI juga berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait.

HIGHLIGHT

x|close