Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mulai memetakan strategi serius dalam menghadapi tantangan teknologi digital, khususnya ancaman konten kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan deepfake pada gelaran pemilu mendatang.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu RI, Lolly Suhenty, menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah memproyeksikan penguatan internal untuk membekali jajaran pengawas pemilu dengan kemampuan penguasaan teknologi.
"Kami sekarang sedang memproyeksikan diri untuk membekali jajaran pengawas pemilu soal teknologi. Salah satunya adalah pemanfaatan AI," ujar Lolly dalam acara Diskusi Media bertema Refleksi Kepemimpinan Bawaslu Jelang 5 Tahun di kawasan Pangandaran, Jawa Barat, 4 September 2026.
Lolly tidak menampik bahwa kemajuan AI, terutama fenomena deepfake, berpotensi merajalela dan memengaruhi opini publik dalam proses demokrasi. Namun, ia menekankan bahwa pengawasan terhadap AI membutuhkan payung hukum yang kuat.
Menurut Lolly, Bawaslu saat ini sedang mendorong pembuat undang-undang untuk menyusun regulasi yang memberikan kewenangan khusus bagi Bawaslu dalam mengawasi penggunaan AI di masa depan.
Baca Juga: Wacana E-Voting, Bawaslu RI: Demokrasi Harus Bisa Dikontrol Rakyat, Bukan Hanya Ahli IT
"Regulasinya dulu harus ada. Kami meyakini pembuat undang-undang juga melihat persoalan ini, sehingga ke depan ada upaya memberikan kewenangan terhadap Bawaslu dalam mengatasi atau melakukan pengawasan penggunaan AI," tegasnya.
Sembari menunggu kesiapan regulasi, Lolly menjelaskan bahwa langkah konkret yang diambil Bawaslu saat ini adalah melakukan pengembangan kapasitas bagi seluruh jajaran pengawas di tingkat bawah.
Baca Juga: Israel Siapkan Rencana Pemindahan Warga Gaza
"Tahap ini, yang dilakukan adalah membekali jajaran pengawas kami soal apa itu AI, bagaimana dia bekerja, dan bagaimana Bawaslu bisa memanfaatkannya," tambah Lolly.
Ia menegaskan bahwa pola pengawasan Bawaslu akan terus bermetamorfosis mengikuti perkembangan zaman. Meski cara kerja pengawasan di masa depan sangat bergantung pada regulasi yang akan dilahirkan, Lolly memastikan Bawaslu siap beradaptasi dengan perubahan teknologi.
"Bagaimana Bawaslu bermetamorfosis terhadap cara melakukan pengawasan, sangat tergantung terhadap regulasinya nanti. Tapi kami siapkan (SDM-nya) dari sekarang," pungkasnya.
Lolly Suhenty, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu RI (NTVNews)