SAR Banten Gunakan Dua Drone Termal untuk Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Sep 2026, 09:35
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Personel Basarnas Banten menunjukkan peta posisi terakhir kapal yang hilang kontak di Posko SAR Nasional, Pandeglang, Banten, Selasa, 8 September 2026. Basarnas menggelar operasi pencarian sebuah kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis termasuk p Personel Basarnas Banten menunjukkan peta posisi terakhir kapal yang hilang kontak di Posko SAR Nasional, Pandeglang, Banten, Selasa, 8 September 2026. Basarnas menggelar operasi pencarian sebuah kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis termasuk p (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kantor SAR Banten menyiapkan dua drone thermal untuk membantu mencari rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda setelah bertolak menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju Gunung Anak Krakatau.

Koordinator Operasi SAR Rizky Dwianto mengatakan operasi pencarian akan kembali dilakukan pada Rabu, 9 September 2026 pukul 07.00 WIB dengan melibatkan armada dan personel gabungan.

“Kita siap melaksanakan pencarian kembali pada pukul 07.00 WIB,” kata Rizky dalam keterangan visual yang dipantau di Jakarta, Selasa, 8 September 2026 malam.

Menurut Rizky, pencarian melalui udara dengan helikopter maupun pesawat belum dapat dilakukan karena abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menyebar. Sebagai alternatif, tim akan memanfaatkan dua drone thermal yang berada di KN SAR Tetuka untuk menyisir kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau.

“Paling nanti kita di kapal KN SAR Tetuka sudah kita lengkapi drone. Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal,” kata dia.

Sebelumnya, tim SAR melakukan pencarian menggunakan KN SAR Tetuka hingga sekitar pukul 22.00 WIB sebelum kapal bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon. Pencarian dihentikan sementara karena kondisi laut dan jarak pandang dinilai tidak mendukung operasi pada malam hari.

Baca Juga: Keluarga Berharap Jurnalis Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau Ditemukan

“Sea condition cukup kurang bersahabat, kemudian visibility juga terbatas. Jadi kita docking untuk efektivitas dan keselamatan,” kata dia.

Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan dua speedboat, RIB 02 Banten, KN SAR Tetuka, serta RIB dari Lampung. Tim juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengantisipasi kemungkinan kapal telah bersandar di pulau-pulau kecil maupun dermaga yang belum terpantau.

“Kita juga berkoordinasi dengan pihak terkait, kemungkinan kapal tersebut sandar di pulau-pulau kecil atau dermaga-dermaga yang tidak terpantau,” ujar dia.

Informasi mengenai kemungkinan para jurnalis berada di Pulau Sebesi masih dalam proses pemeriksaan dan belum dapat dipastikan. Tim SAR juga akan melibatkan nelayan setempat untuk membantu memperluas pencarian.

Berdasarkan data posko operasi Kantor SAR Banten, terdapat lima unit alat utama (alut) yang disiapkan dan seluruhnya berstatus siap digerakkan (ready to go).

Alut tersebut terdiri atas KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten milik Basarnas Banten, RIB Lampung dari Basarnas Lampung, KAL Anyer dari Lanal Banten, serta satu unit ambulans dari FBN Banten.

Baca Juga: Polda Banten Kerahkan Tim Gabungan Cari 5 Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Selain armada, operasi pencarian juga melibatkan unsur gabungan dari berbagai instansi dan masyarakat. Personel yang dikerahkan antara lain berasal dari USS Pandeglang, Kantor SAR Banten, KN SAR Tetuka, Polsek Carita, Ditpolairud Polda Banten, Lanal Danposal Sumur/Labuan, Ditpolairud Mabes Sanjaya, Babinsa Carita, Satpol PP, Pemerintah Desa Sukajadi, Potsar Banten, Balawista, Kecamatan Carita, media lokal, serta nelayan dan masyarakat setempat.

(Sumber: Antara)

x|close