Trump Unggah Peta Berbendera AS, Meksiko hingga Greenland Diselimuti Simbol Amerika

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Sep 2026, 09:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu perhatian publik setelah mengunggah gambar peta yang menampilkan bendera AS menutupi sebagian besar wilayah Amerika Utara. Peta tersebut mencakup Kanada, Meksiko, Greenland, hingga Islandia.

Unggahan Trump itu menjadi sorotan internasional karena dinilai mencerminkan ambisinya untuk memperluas pengaruh dan wilayah AS hingga melewati batas negara tersebut.

Dilansir dari Anadolu Agency, Rabu, 9 September 2026, gambar yang dibagikan Trump memperlihatkan motif bendera Amerika menutupi wilayah AS, Kanada, Meksiko, sebagian Amerika Tengah, Greenland, Islandia, serta sejumlah pulau di Karibia, termasuk Kuba dan Jamaika.

Trump mengunggah gambar tersebut melalui akun Truth Social miliknya pada Senin (7/9) waktu setempat. Tidak ada keterangan maupun penjelasan yang disertakan dalam unggahan itu.

Postingan tersebut muncul setelah Trump dalam beberapa waktu terakhir aktif mengusulkan perubahan nama sejumlah wilayah. Salah satunya adalah gagasan untuk mengganti nama negara bagian New Mexico menjadi "New America". Dalam unggahan sebelumnya, Trump memperlihatkan tulisan "Mexico" yang dicoret dan diganti menjadi "America".

Sebelumnya, Trump juga mengusulkan perubahan nama "Teluk Meksiko" menjadi "Teluk Amerika". Usulan tersebut mendapat penolakan keras dari pemerintah Meksiko.

Baca Juga: Menantu Trump Bertemu Putin, Bahas Apa

Trump bahkan pernah menandatangani perintah eksekutif untuk mengganti nama "Danau Ontario", yang berada di perbatasan AS dan Kanada, menjadi "Danau Amerika". Kebijakan tersebut muncul ketika hubungan Washington dan Ottawa tengah diwarnai ketegangan akibat perang dagang.

Selain persoalan penamaan wilayah, Trump sebelumnya juga pernah menyampaikan gagasan untuk mengambil alih Kanada, Greenland, serta Terusan Panama. Namun, dalam peta yang diunggah pada Senin, 7 September 2026, tidak terdapat pernyataan resmi yang menyebut AS mengklaim wilayah Meksiko.

Presiden Meksiko Beri Peringatan Tegas

ARSIP - Presiden AS Donald Trump (tengah) menghadiri upacara penyerahan bersama Presiden FIFA Gianni Infantino (kiri) dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum (kanan) setelah Spanyol memenangkan pertandingan final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol d <b>(Antara)</b> ARSIP - Presiden AS Donald Trump (tengah) menghadiri upacara penyerahan bersama Presiden FIFA Gianni Infantino (kiri) dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum (kanan) setelah Spanyol memenangkan pertandingan final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol d (Antara)

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memberikan respons keras terhadap unggahan Trump. Ia menegaskan bahwa negaranya tidak akan berubah menjadi "koloni atau wilayah protektorat" negara lain.

"Di bulan peringatan tanah air kita ini, kami menegaskan kembali bahwa Meksiko bukan dan tidak akan menjadi koloni atau wilayah protektorat negara asing mana pun. Dengan bangga, kami adalah negara yang bebas, merdeka, dan berdaulat," tegasnya dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial X.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika hubungan Meksiko dan AS kembali menghadapi ketegangan dalam sejumlah isu, termasuk keamanan, perdagangan, dan migrasi.

Sheinbaum selama ini berulang kali menekankan pentingnya menjaga kedaulatan Meksiko setiap kali merespons pernyataan maupun kebijakan pemerintahan Trump. Di saat yang sama, ia tetap menyatakan komitmen pemerintahannya untuk mempertahankan kerja sama dengan Washington.

Aksi Trump mengunggah peta dengan simbol AS di berbagai wilayah juga bukan merupakan kejadian pertama. Sebelumnya, ia pernah membagikan gambar yang menggambarkan Selat Hormuz sebagai wilayah baru Amerika Serikat.

Unggahan tersebut muncul ketika perundingan antara AS dan Iran belum mencapai kesepakatan pada pertengahan Agustus 2026. Saat itu, Trump menyatakan kebijakan militer Washington terhadap Iran tidak akan berubah.

Trump juga mengatakan blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz dan sejumlah pelabuhan Iran tetap diberlakukan. Ia kemudian mengunggah peta melalui Truth Social yang menampilkan Selat Hormuz sebagai "wilayah baru AS", sekaligus kembali menegaskan ancamannya untuk mengklaim kedaulatan atas jalur perairan strategis tersebut.

TERKINI

Load More
x|close