Ntvnews.id, Meksiko City - Sedikitnya 10 orang meninggal dunia dan 60 lainnya mengalami luka-luka setelah kembang api meledak dalam sebuah festival desa di Santa Maria Canchesda, Munisipalitas Temascalcingo, Meksiko bagian tengah.
Pemerintah setempat menyebut insiden tersebut terjadi pada Sabtu ketika masyarakat tengah mengikuti festival desa yang merupakan bagian dari ritual tradisional setempat.
Sejumlah video yang beredar memperlihatkan warga membawa patung banteng berbahan jerami. Kembang api kemudian dinyalakan dan ditembakkan dari patung tersebut sebagai bagian dari rangkaian perayaan.
Dilansir dari AFP, Selasa, 8 September 2026, patung banteng yang dibakar diduga menjadi pemicu ledakan di lokasi penyimpanan kembang api dalam jumlah besar yang berada di sebuah gereja desa.
Ledakan dahsyat tersebut mengakibatkan sejumlah bagian bangunan roboh dan memicu kebakaran di area alun-alun kota. Beberapa warga juga dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang ambruk.
Keuskupan di Atlacomulco, wilayah munisipalitas yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, menyatakan dua pastor turut menjadi korban luka dalam insiden tersebut. Keduanya disebut masih memiliki peluang untuk selamat.
Baca juga: Ledakan Tambang Batu Bara Tewaskan 34 Pekerja
“Kami bersatu dalam doa bagi mereka yang kehilangan nyawa, keluarga dan orang-orang terkasih mereka, serta mereka yang terluka dan semua orang yang saat ini mengalami masa-masa penuh kesedihan dan kekhawatiran,” kata keuskupan tersebut dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial.
Kantor Kejaksaan Agung Meksiko menyatakan penyebab pasti ledakan hingga kini belum dapat dipastikan. Aparat telah memulai penyelidikan untuk mengetahui faktor yang memicu insiden mematikan tersebut.
Ledakan kembang api bukan pertama kali menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar di Meksiko. Pada Juli 2018, ledakan yang terjadi di sebuah pabrik kembang api di Tultepec, wilayah utara Mexico City, mengakibatkan 24 orang meninggal dunia.
Sebelumnya, pada 2016, insiden ledakan kembang api di sebuah pasar di kota yang sama juga menewaskan 42 orang.
Kejadian terbaru tersebut kembali memperlihatkan tingginya risiko penggunaan serta penyimpanan kembang api dalam jumlah besar, terutama ketika dilakukan di tengah kegiatan perayaan yang melibatkan banyak masyarakat.
Ilustrasi ledakan bom. (Antara)