Zulhas: 380 Ribu Ton Beras Mutu Menurun Akan Diolah Menjadi Tepung

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Sep 2026, 11:05
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah menyiapkan langkah hilirisasi terhadap sekitar 380 ribu ton beras yang mengalami penurunan mutu dengan mengalihkannya menjadi bahan baku tepung. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan kebijakan tersebut ditujukan untuk mempertahankan nilai ekonomi beras sekaligus membantu menekan harga tepung.

"Itu (stok beras) yang mutunya turun, itu nanti bisa dibeli oleh pabrik-pabrik pengusaha tepung, itu (stok beras turun mutu) untuk dijadikan tepung, sehingga harga tepung yang naik juga bisa turun," kata Zulhas terkonfirmasi di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.

Keputusan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi pemerintah dalam rangka memperkuat pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Saat ini, stok cadangan beras pemerintah berada di level lebih dari 5 juta ton.

Melimpahnya persediaan beras di Perum Bulog membuat sebagian stok mengalami penurunan mutu. Agar beras tersebut tetap memberikan manfaat ekonomi, pemerintah akan mengarahkannya untuk kebutuhan industri pengolahan tepung.

Zulhas menyampaikan bahwa sekitar 380 ribu ton beras yang mutunya menurun diperkirakan dapat dilelang kepada pelaku industri tepung. Harga minimum yang ditetapkan dalam proses lelang tersebut adalah Rp11.000 per kilogram.

Baca JugaMenko Zulhas Akan Tertibkan SPPG yang Terlambat Kirim MBG

"Tentu ada (beras) yang kurang mutu. Nah, yang kurang mutu itu kira-kira 380 ribu ton. ini boleh dilelang minimal harganya Rp11.000 per kg. Dilelang untuk dijadikan tepung," ujarnya pula.

Harga tersebut terpaut sekitar Rp1.000 per kilogram dari beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang saat ini dijual kepada masyarakat dengan harga Rp12.500 per kilogram.

Setelah proses lelang, beras dengan mutu menurun tersebut akan diproses oleh industri menjadi tepung. Pemanfaatan ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan bahan baku untuk industri pengolahan sekaligus memenuhi permintaan tepung yang terus bertambah.

Pemerintah juga berharap tambahan pasokan tepung dari proses hilirisasi tersebut dapat memberikan dampak terhadap harga di pasar. Dengan pasokan yang lebih banyak, kebutuhan industri makanan, pelaku usaha kecil, dan masyarakat diharapkan dapat dipenuhi dengan harga yang tetap terjangkau.

Program tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pangan. Selain memanfaatkan beras yang mengalami penurunan mutu, pemerintah juga melakukan penguatan pasokan jagung dan menyalurkan beras melalui Program SPHP.

Baca Juga: Zulhas: Tak Ada Toleransi bagi Petugas MBG yang Lalai

Zulhas optimistis berbagai langkah tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan pasokan dan harga sejumlah komoditas pangan, termasuk beras, jagung, dan tepung di berbagai wilayah Indonesia.

(Sumber: Antara)

x|close