Menkes: Silika Abu Vulkanik Bisa Merusak Paru-paru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 19:06
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Senin, 11 Agustus 2025. Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Senin, 11 Agustus 2025. (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah memperkuat langkah penanganan dampak kesehatan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak.

Dalam rapat terbatas terkait perkembangan penanganan bencana alam yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto secara hybrid di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sejumlah intervensi kesehatan untuk melindungi masyarakat dari paparan abu vulkanik.

Menkes menjelaskan bahwa dampak kesehatan yang perlu menjadi perhatian utama masyarakat akibat erupsi Anak Krakatau adalah gangguan pada sistem pernapasan. Menkes menyebut, abu vulkanik yang mengandung silika dapat masuk dan berpotensi merusak paru-paru sehingga masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah selama sepekan.

“Masalah kesehatannya memang nomor satu adalah pernapasan, Bapak Presiden. Karena itu ada silikanya yang bisa merusak paru-paru. Jadi memang diharapkan bagi kami kementerian/sektor kesehatan, sebaiknya seminggu ini jangan keluar rumah. Kalaupun keluar rumah, mesti memakai masker,” ujar Menkes.

Selain gangguan pernapasan, Menkes menyebut mata sebagai bagian tubuh yang juga rentan terdampak abu erupsi. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan pelindung mata untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

Baca Juga: Prabowo Minta Kapolri Bongkar Korporat Kasus Karhutla: Ini Sudah Kelewatan!

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam dari Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video pada Senin, 7 September 2026. <b>(Antara)</b> Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam dari Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video pada Senin, 7 September 2026. (Antara)

“Masalah kesehatan yang kedua adalah mata, Bapak Presiden, karena bisa masuk ke mata. Jadi sebaiknya jangan keluar rumah juga. Kalau keluar rumah, mesti memakai kacamata,” kata Menkes.

Menkes juga mengingatkan potensi dampak abu vulkanik terhadap kulit. Menurutnya, partikel debu yang menempel pada kulit dapat menimbulkan iritasi sehingga masyarakat di wilayah terdampak disarankan mengenakan pakaian yang menutupi tubuh apabila harus keluar rumah.

“Masalah yang ketiga adalah masalah kulit, karena debunya nempel dan itu tajam. Itu sebaiknya jangan keluar rumah juga Bapak Presiden. Dan kalau keluar rumah, diharapkan memakai baju panjang dan celana panjang,” tutur Menkes.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari intervensi sektor kesehatan bagi masyarakat yang terdampak erupsi. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan perlindungan yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar rumah.

“Mungkin itu saja khusus intervensi kami bagi masyarakat yang terkena dampak dari erupsi,” ujar Menkes.

Pemerintah mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mengikuti informasi dan arahan resmi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik. Membatasi aktivitas di luar rumah serta melindungi pernapasan, mata, dan kulit menjadi langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan selama kondisi erupsi masih berlangsung.

x|close