Pemerintah Akan Bangun 4.582 Kapal Ikan Modern, Produksi Bisa Naik 2,3 Juta Ton Per Tahun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Sep 2026, 15:47
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan 4.582 kapal ikan modern demi mendukung nelayan Indonesia memperoleh manfaat yang lebih besar dari potensi sumber daya ikan di laut lepas. Program ini diproyeksikan meningkatkan produksi perikanan nasional hingga 2,3 juta ton per tahun.

“Pemerintah menargetkan pembangunan kapal ikan modern sebanyak 4.582 unit secara bertahap mulai 2026 hingga 2029. Saat ini, program tersebut masih dalam tahap persiapan dan belum memasuki tahap realisasi fisik,” kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari, dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI di Jakarta, Rabu, 2 September 2026.

Meski belum memasuki tahap realisasi fisik, pemerintah menargetkan pembangunan 50 unit kapal berukuran 30 GT pada 2026. Dari sisi kapasitas, Qodari menjelaskan, kapal perikanan yang dikembangkan akan memiliki kapasitas antara 10 hingga 2.500 Gross Tonnage (GT).

Ini artinya program modernisasi kapal ikan akan mencakup berbagai kategori kapal, mulai dari kapal nelayan kecil yang umumnya beroperasi di wilayah perairan dekat pantai atau zona penangkapan tertentu hingga kapal perikanan komersial berukuran besar yang digunakan untuk menangkap atau mengangkut ikan dalam skala industri di laut lepas (offshore/Zona Ekonomi Eksklusif).

Baca Juga: Kejagung Pastikan Penyidikan Kasus Nikel PT CNI Tetap Berlanjut

Qodari menegaskan program ini merupakan komitmen pemerintah untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan yang merupakan salah satu pilar penting pembangunan nasional.

Sektor ini diharapkan mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, nelayan, pembudidaya, dan pelaku usaha perikanan di seluruh Indonesia.

“Melalui program ini, pemerintah menargetkan peningkatan produksi perikanan tangkap hingga 2,3 juta ton per tahun, peningkatan pendapatan nelayan sebesar Rp20,6 triliun per tahun, serta peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor sumber daya alam perikanan sebesar Rp1,8 triliun per tahun,” jelasnya.

Tak hanya itu, program modernisasi kapal ini juga menargetkan penyerapan tenaga kerja hingga 89 ribu orang, yang akan ditempatkan sebagai operator kapal, admin, hingga pengurus dokumen kapal.

“Dari jumlah tersebut, 55 ribu orang di antaranya dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan awak kapal perikanan, seperti nakhoda, perwira, kepala kamar mesin, dan anak buah kapal,” ucap Qodari.

Untuk merealisasikan pembangunan kapal ikan modern tersebut, dibutuhkan investasi sekitar Rp125,5 triliun. Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan melibatkan industri galangan kapal dalam negeri dalam proses pembangunannya.

Qodari menjelaskan pelibatan industri galangan kapal dalam negeri dinilai penting untuk menggerakkan perekonomian domestik, membuka lapangan kerja, serta mendorong alih teknologi dari luar negeri ke dalam negeri.

“Pemerintah ingin memastikan potensi kelautan Indonesia benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” kata dia.

HIGHLIGHT

x|close