Ngeri! Anggaran Podcast Kemenkop Rp103 Miliar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Sep 2026, 08:49
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan pidato saat menghadiri Malang Creative Connect Conference di Kartini Imperial Building, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, 21 Agustus 2026. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan pidato saat menghadiri Malang Creative Connect Conference di Kartini Imperial Building, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, 21 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Anggaran podcast pada Kementerian Koperasi (Kemenkop) nilainya fantastis. Anggaran podcast dan video kementerian pimpinan Ferry Juliantono.

Hal ini terungkap saat Ferry rapat dengan DPR. Awalnya, Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mempertanyakan alokasi sekitar Rp103 miliar untuk siniar atau podcast, video, dan kegiatan sejenis di Kementerian Koperasi.

Alokasi itu ia temukan setelah mencermati dokumen pengajuan anggaran Kementerian Koperasi dalam rapat kerja bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Pertanyaan Mufti Anam muncul di tengah usulan tambahan anggaran Rp4,53 triliun untuk Kementerian Koperasi pada tahun anggaran 2027.

Mufti pun meminta penggunaan Rp103 miliar itu dijelaskan secara spesifik agar Komisi VI dapat menilai kesesuaiannya dengan kebutuhan organisasi dan program kementerian.

Mufti mengaku dirinya mencermati dokumen anggaran hingga menemukan alokasi untuk podcast dan video.

"Ada anggaran Rp103 miliar untuk podcast dan video, dan lain sebagainya di sini. Rakyat hari ini tidak perlu Pak, podcast, video," ujar Mufti.

Menurut dia, perkembangan media sosial telah menyediakan berbagai sarana penyampaian informasi kepada masyarakat. Atas itu, ia mempertanyakan besarnya alokasi untuk produksi konten tersebut.

"Kenapa menghabiskan anggaran sebesar ini hanya untuk sebuah pencitraan begitu," ucapnya.

Mufti memandang anggaran komunikasi publik semestinya memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat, khususnya anggota koperasi dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

"Kenapa sih duit sebesar ini tidak kemudian apa namanya... buat kegiatan-kegiatan yang betul-betul berdampak langsung bagi kesejahteraan anggota koperasi di Koperasi Desa Merah Putih untuk bagaimana mendorong agar koperasi ini betul-betul segera berjalan, segera berdampak bagi anggota Koperasi Desa Merah Putih," jelasnya.

Ferry sendiri mengusulkan tambahan anggaran Rp4,53 triliun untuk Kementerian Koperasi pada 2027, di atas pagu Rp742 miliar. Tambahan itu terdiri atas Rp541 miliar untuk operasional dan Rp3,99 triliun untuk program teknis, termasuk penguatan SDM, kelembagaan, digitalisasi, pengembangan usaha, serta pengawasan koperasi.

Dari usulan itu, Rp1,98 triliun dialokasikan untuk penguatan SDM, Rp1,252 triliun untuk pengawasan dan pendampingan, serta Rp371,56 miliar untuk operasional KDKMP.

Namun, Ferry tak menjelaskan secara rinci perihal alokasi sekitar Rp103 miliar untuk podcast hingga video tersebut.

HIGHLIGHT

x|close