Demokrat Bantah Pidato AHY Sinyal Maju Pilpres 2029

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Sep 2026, 10:50
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Agus Harimurti Yudhoyono (Ketua Umum Partai Demokrat) Agus Harimurti Yudhoyono (Ketua Umum Partai Demokrat) (YouTube )

Ntvnews.id, Jakarta - Partai Demokrat memberikan klarifikasi tegas terkait pidato Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat. Demokrat membantah anggapan bahwa isi pidato tersebut merupakan sinyal atau ancang-ancang bagi AHY untuk maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Dalam keterangan resminya pada 8 September 2026, Partai Demokrat menegaskan bahwa narasi yang disampaikan AHY murni berkaitan dengan visi kebangsaan, bukan kepentingan politik praktis jangka pendek.

"Demokrat menegaskan pidato AHY sama sekali tidak berkaitan dengan kepentingan politik praktis, apalagi terkait Pilpres 2029. Pidato Politik Ketum AHY selalu berbicara mengenai konsep besar, gagasan-gagasan, dan pemikiran besar bagi masa depan bangsa dan negara," tulis pernyataan resmi Partai Demokrat.

Demokrat menjelaskan bahwa pernyataan AHY mengenai kekuasaan harus dipahami secara menyeluruh dan tidak dipotong-potong. Dalam pidatonya, AHY menekankan bahwa kekuasaan hanyalah sebuah amanah yang memiliki batas waktu dan siklus periodik.

"AHY menegaskan kekuasaan datang dan pergi. Jabatan ada waktunya. Pemilu memiliki siklusnya. Tetapi tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah selesai. Di sinilah poin utamanya," lanjut pernyataan tersebut.

Demokrat juga menambahkan bahwa momen HUT ke-25 merupakan waktu bagi seluruh kader untuk melakukan refleksi dan introspeksi diri setelah seperempat abad berkiprah di kancah politik nasional. AHY membagi perjalanan partai menjadi dua fase: 25 tahun pertama sebagai sejarah, dan 25 tahun berikutnya sebagai bentuk tanggung jawab baru.

Dalam pidato tersebut, AHY juga memberikan instruksi khusus kepada para kader Demokrat yang saat ini sedang menduduki jabatan di pemerintahan. Ia meminta mereka menggunakan kekuasaan untuk melayani, bukan sekadar mengejar kemenangan elektoral.

"Kepada kader Demokrat yang berada di pemerintahan, gunakanlah kekuasaan hari ini untuk melayani," tegas AHY dalam kutipan pidatonya.

Lebih lanjut, Demokrat menyatakan bahwa keberhasilan partai tidak boleh hanya diukur dari jumlah perolehan kursi di parlemen, melainkan dari sejauh mana partai hadir saat rakyat membutuhkan bantuan.

"Beliau (AHY) meminta kader tak hanya mengukur perjuangan dari kursi yang dimenangkan, tapi juga dari berapa banyak kehidupan yang berhasil diperbaiki. Itulah makna Demokrat Bersama Rakyat," tambahnya.

Mengakhiri klarifikasinya, Partai Demokrat menyebut interpretasi yang mengaitkan pidato tersebut dengan persiapan Pilpres 2029 sebagai pandangan yang keliru. 

"Jadi, keliru betul kalau statemen 'kekuasaan ada batasnya' malah diartikan Ketum AHY membahas Pilpres 2029, dan malah dianggap sudah sibuk serta bersiap diri nyapres," pungkas pernyataannya.

x|close