NTVNews.id , Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperluas kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan hingga Selasa, 8 September 2026. Keputusan diambil sebagai langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih terpantau di sejumlah wilayah Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan kondisi abu vulkanik di Jakarta memang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Namun, masih ditemukannya abu di beberapa kawasan membuat Pemprov DKI memilih memperpanjang PJJ selama satu hari untuk memastikan keselamatan peserta didik.
“Abu vulkaniknya sudah mengalami penurunan yang luar biasa.Tetapi di beberapa daerah masih ada, dan kami masih memerlukan waktu satu hari untuk memperpanjang PJJ ini sampai besok,” katanya di Balai Kota Jakarta, Senin, 7 September 2026.
Baca Juga: Sebaran Abu Vulkanik, Pemprov DKI Terapkan PJJ untuk Semua Sekolah
Kebijakan PJJ diberlakukan untuk seluruh satuan pendidikan di Jakarta, baik sekolah negeri maupun swasta. Ketentuan tersebut mencakup jenjang PAUD, SKB/PKBM, SLB, SD, SMP, SMA hingga SMK.
Kebijakan pelaksanaan ini akan diterapkan lebih lanjut melalui Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Itu dilakukan sebagai bagian dari mitigasi Pemprov DKI untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik terhadap siswa dan tenaga pendidik, sementara pemerintah terus memantau perkembangan kualitas udara.
Selain memperpanjang PJJ, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan penanganan abu vulkanik dengan metode water mist atau penyemprotan kabut air.
Sebanyak 94 tangki air dan lebih dari 200 personel dikerahkan dalam penanganan tersebut. Personilnya berasal dari sejumlah unsur pemerintah daerah, antara lain Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD DKI Jakarta, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, serta perangkat daerah lainnya.
Antisipasi Sebaran Abu Vulkanik, Pemprov DKI Serentak Lakukan Kabut Air di Lima Wilayah (Pemprov DKI)
Pramono mengatakan penyemprotan water mist akan terus dilakukan hingga Selasa, 8 September 2026. Pemprov DKI juga mengajak pengelola gedung yang memiliki fasilitas water mist untuk ikut menggunakannya guna membantu mengurangi dampak abu di lingkungan sekitar. Pembagian masker kepada masyarakat juga tetap dilakukan sebagai langkah perlindungan tambahan.
Di tengah penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemprov DKI memastikan pola kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak mengalami perubahan. ASN tetap menjalankan aktivitas kerja seperti biasa. Meski begitu, penggunaan masker tetap dianjurkan ketika beraktivitas di luar ruangan maupun di area yang berpotensi menimbulkan abu vulkanik.
Lanjut orang nomor satu di DKI tersebut, berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan lembaga terkait untuk mengantisipasi perkembangan kondisi cuaca serta sebaran abu vulkanik.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun pelaksanaan OMC sangat bergantung pada kondisi dan ketersediaan awan yang memungkinkan untuk dilakukan modifikasi.
Pramono mengatakan telah meminta BPBD DKI Jakarta berkoordinasi untuk melakukan langkah tersebut jika kondisi cuaca mendukung.
"Kami melakukan segala upaya. Doa, salat, dan sebagainya kami lakukan, termasuk OMC. Kalau bisa dilakukan, saya sudah minta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang memang punya kewenangan itu untuk melakukan OMC," jelas Pramono.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)