DPR Minta Harga Masker Tak Naik: Pedagang Harus Empati

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 13:57
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
ilustraSI MASKER ilustraSI MASKER (ig INFOKRW)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta harga masker tak naik, apalagi sampai berkali-kali lipat. Ini disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menyikapi kenaikan harga masker, buntut abu vulkanik yang menyebar ke Jakarta dan sekitarnya, akibat Gunung Anak Krakatau erupsi.

Mulanya, Yahya menyampaikan keprihatinan terkait abu vulkanik yang mencapai Jakarta dan sekitarnya. Menurut dia, di tengah kondisi seperti saat ini, jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi.

"Pertama, saya menyatakan rasa prihatin atas musibah erupsi Gunung Anak Krakatau yang abu vulkaniknya sampai ke Jakarta. Kedua, abu vulkanik merupakan material yang sangat berbahaya bagi pernapasan dan mengakibatkan iritasi kalau terkena mata karena mengandung silika," ujar Yahya, Senin, 7 September 2026.

Ia mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika berada di luar rumah. Yahya juga meminta Kemenkes berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) terkait untuk menyiapkan sarana rumah sakit, tenaga kesehatan, hingga obat-obatan jika kemungkinan terburuk seperti penyakit ISPA terjadi.

Baca Juga: Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Satpol PP Jakpus Bagikan 4.000 Masker ke Warga

"Ketiga, saya meminta masyarakat untuk waspada dengan menggunakan masker kalau beraktivitas di luar rumah. Supaya aman dari bahaya abu vulkanik bagi pernapasan. Dan menggunakan kacamata supaya terhindar dari iritasi," tuturnya.

"Keempat, saya minta Kemenkes berkoordinasi dengan Pemda DKI untuk menyiapkan sarana rumah sakit, tenaga medis, tenaga kesehatan dan obat-obatan yang diperlukan jika berdampak bagi munculnya penyakit pernapasan seperti ISPA," imbuh Yahya.

Dirinya meminta pihak apotek hingga penjual masker tak memanfaatkan situasi di tengah menyebarnya abu vulkanik saat ini. Yahya berharap harga masker tak dinaikkan.

"Kelima, saya minta pihak apotek dan toko penjual masker tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga masker berlipat-lipat. Harus ada rasa empati terhadap masyarakat yang hidupnya masih mengalami kesulitan," jelas dia.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang serta mengikuti arahan dari lembaga yang kredibel. Dirinya juga mendorong Kemenkes hingga Pemda setempat untuk gencar mengedukasi masyarakat di tengah kondisi saat ini.

"Keenam, meminta masyarakat untuk tetap tenang tidak panik dengan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah jika beraktivitas di luar rumah, terutama para pengendara sepeda motor dan pengguna kendaraan umum," jelas Yahya.

"Ketujuh, saya minta Kemenkes dan Pemda DKI untuk melakukan sosialisasi dengan memanfaatkan media sosial guna mengedukasi masyarakat mengenai bahaya abu vulkanik dan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah," sambungnya.

x|close