HUT ke-22 Partai Demokrat, AHY: Politik Bukan Sekadar Kekuasaan, tapi Memenangkan Masa Depan Rakyat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 20:54
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Agus Harimurti Yudhoyono (Ketua Umum Partai Demokrat) Agus Harimurti Yudhoyono (Ketua Umum Partai Demokrat) (YouTube )

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa tujuan utama perjuangan politik partainya bukanlah sekadar meraih kekuasaan, melainkan untuk memastikan kehidupan rakyat menjadi lebih baik.

Hal tersebut disampaikan AHY dalam pidato peringatan HUT ke-22 Partai Demokrat yang dihadiri oleh para anggota legislatif, kepala daerah, serta ribuan kader Demokrat dari seluruh Indonesia.

"Politik harus diuji dengan satu pertanyaan sederhana: apakah kehidupan rakyat menjadi lebih baik? Harapan rakyat sesungguhnya sederhana: hidup hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hidup hari esok harus lebih baik dari hari ini," ujar AHY, 7 September 2026.

Menurut AHY, kepercayaan rakyat terhadap sebuah partai politik tidak turun begitu saja atau diwariskan, melainkan harus diperjuangkan setiap hari melalui gagasan yang relevan dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Ia menekankan bahwa kerja nyata yang dirasakan langsung oleh rakyat adalah ukuran paling jujur bagi seorang pemimpin politik.

Dalam pidato yang berlangsung khidmat tersebut, AHY juga membawa ingatan publik kembali ke akar sejarah berdirinya Partai Demokrat pada tahun 2001, yang lahir dari rahim semangat Reformasi. Ia mengingatkan bahwa Reformasi hadir untuk mengoreksi berbagai krisis multidimensi, termasuk pemusatan kekuasaan, korupsi, serta ketidaknetralan aparat negara.

Secara khusus, AHY menyoroti pentingnya profesionalisme dan netralitas alat negara dalam menjaga demokrasi, terutama menjelang momentum politik.

Baca JugaMenko AHY Dorong Penanganan Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau Berjalan Cepat

"Salah satu amanah penting reformasi adalah memastikan alat dan aparatur negara berdiri di atas semua golongan. TNI, Polri, Intelijen, penegak hukum, ASN, dan seluruh aparatur negara harus profesional dan netral. Mereka semua adalah milik rakyat, milik kita semua," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa sejarah masa lalu harus dijadikan pelajaran berharga bahwa kekuasaan perlu diawasi, hukum harus berlaku adil, dan kedaulatan rakyat wajib dihormati. Hal ini, menurut AHY, merupakan jati diri dan tanggung jawab sejarah yang akan terus diemban Partai Demokrat.

Di tengah suasana perayaan, AHY tak lupa menyampaikan rasa duka mendalam atas bencana yang menimpa masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada para kader Demokrat yang telah turun langsung ke lapangan untuk membantu korban terdampak.

"Atas nama pimpinan Partai Demokrat, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh kader yang telah turun tangan membantu. Teruslah hadir, ringankan beban mereka, karena dalam situasi seperti inilah arti solidaritas dan kemanusiaan benar-benar terasa," pesannya.

x|close