Bentrokan Pemerintah Yaman dan Houthi Tewaskan 117 Orang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 21:01
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Foto ini memperlihatkan peluncuran sebuah pesawat nirawak (drone) yang diduga diarahkan ke Mocha, Yaman, pada 9 Agustus 2026 Foto ini memperlihatkan peluncuran sebuah pesawat nirawak (drone) yang diduga diarahkan ke Mocha, Yaman, pada 9 Agustus 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Yaman -  Sedikitnya 117 orang tewas dalam pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi yang berlangsung selama empat hari di Provinsi Taiz dan Hodeidah, Yaman barat.

Pejabat medis mengatakan pertempuran yang berlangsung sejak Kamis, 3 September 2026, tersebut menyebabkan puluhan korban dari kedua pihak. Seorang pejabat medis senior yang mendampingi pasukan pemerintah di garis depan pantai barat menyebut 54 tentara pemerintah tewas dan banyak lainnya mengalami luka-luka.

Sementara itu, dua sumber medis di rumah sakit yang dikelola Houthi di Provinsi Hodeidah melaporkan 63 anggota Houthi tewas dalam periode yang sama. Dengan demikian, jumlah korban meninggal dari kedua pihak mencapai 117 orang.

Di tengah pertempuran, pasukan pemerintah Yaman dilaporkan berhasil merebut kembali sejumlah posisi strategis di Provinsi Taiz. Seorang pejabat militer pemerintah mengatakan operasi tersebut dilakukan dalam serangan balasan pada Minggu malam, beberapa jam setelah posisi tersebut dikuasai kelompok Houthi.

Baca Juga: Serangan Houthi Lumpuhkan Pengoperasian Pelabuhan Mocha di Yaman

Pertempuran terbaru ini menjadi salah satu eskalasi darat paling sengit di wilayah Yaman barat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran konflik berskala besar kembali terjadi setelah sejumlah garis depan di negara itu relatif tenang selama beberapa tahun.

Yaman telah dilanda konflik sejak akhir 2014 setelah kelompok Houthi merebut Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman utara. Situasi tersebut kemudian mendorong koalisi yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

(Sumber: Antara)

x|close